SAMPIT – Kepala SMPN 4 Sampit Anjar Subiantoro menyampaikan, pada tahun 2025 mendatang pihaknya akan menerima bantuan pembangunan dua ruang kelas oleh Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Pendidikan setempat.
“Alhamdulillah SMP Negeri 4 Sampit mendapatkan bantuan dari Pemerintah, yaitu dua ruang kelas yang mana ini nantinya akan kami manfaatkan untuk ruang belajar siswa kita,”ujarnya, Jumat 20 Desember 2024.
Menurutnya, dalam satu ruang kelas atau rombongan belajar maksimal hanya 32 orang siswa. Dan sekarang ini SMP Negeri 4 Sampit memiliki 25 rombongan belajar yang terdiri dari 820 orang siswa dari kelas 7, 8 dan 9.
Sementara itu Kasi Peserta Didik dan Prasana Disdik Kotim M Ikram Muhajir mengatakan, anggaran untuk melakukan perbaikan maupun renovasi gedung sekolah memang sangat terbatas. Namun pihaknya selalu berupaya untuk melengkapi sarana prasarana yang ada di seluruh satuan pendidikan khususnya di bawah naungan Dinas Pendidikan Kotim.
“Untuk itu kami menyusun skala prioritas melihat sekolah-sekolah mana saja yang memang mengalami kerusakan parah. Sehingga dengan cara demikian rehabilitasi satuan pendidikan bisa tercover khususnya yang mengalami kerusakan berat akan diutamakan,”ucapnya.
Beberapa kiat untuk menjaring sekolah-sekolah untuk menjadi prioritas pembangunan maupun rehabilitasi lanjutnya, Dinas Pendidikan bisa melihat data satuan pendidikan dari data pokok pendidikan (Dapodik).
“Karena melalui Dapodik itu kita bisa melihat Sekolah mana saja yang memang mengalami kekurangan peralatan, atau bangunan yang sudah rusak. Kemudian yang kedua, biasanya kami juga melakukan survei lapangan,”tegasnya.
Yakni, setelah data dari Dapodik diambil, Disdik juga akan melakukan survei ke lapangan untuk memastikan benar atau tidak data tersebut. Selain itu, biasanya pihak sekolah juga ada mengajukan proposal untuk meminta perbaikan atau meminta pembangunan ruang baru.
“Dari situlah kami bisa memetakan Mana yang menjadi prioritas untuk dianggarkan terlebih dahulu,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post