PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menyampaikan arahan dari Presiden Republik Indonesia terkait beberapa sektor yang harus diprioritaskan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Hal ini disampaikan saat acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2025 kepada 15 pemerintah daerah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kota Palangka Raya, Rabu 11 Desember 2024.
Edy Pratowo menyebutkan bahwa beberapa sektor yang menjadi prioritas utama adalah pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan hilirisasi. Menurutnya, pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas adalah kunci utama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
“Pendidikan dan kesehatan yang bagus merupakan jalan terbaik untuk dapat keluar dari kebodohan dan kemiskinan,” ujar Edy. Lebih lanjut, mantan Bupati Pulang Pisau ini juga menekankan pentingnya sektor ketahanan pangan, yang harus mendapatkan perhatian serius.
Dia menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia menginginkan adanya lumbung pangan nasional yang mencakup berbagai tingkatan, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. “Ketahanan pangan menjadi hal yang sangat penting. Bapak Presiden menginginkan adanya lumbung pangan nasional yang tersebar di berbagai tingkat pemerintahan,” tambahnya.
Sektor hilirisasi juga menjadi salah satu prioritas yang harus didorong. Edy menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam dan potensi daerah yang optimal dan berkelanjutan akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran daerah.
“Hilirisasi perlu kita dorong agar kekayaan sumber daya alam dan potensi daerah kita dapat dikelola secara optimal, berkelanjutan, serta dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran daerah,” tutup Edy.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post