PALANGKA RAYA – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan pentingnya Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dalam mewujudkan layanan sanitasi berkelanjutan bagi masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan perluasan pelayanan sanitasi melalui kebijakan, perencanaan, penganggaran, serta pemantauan dan evaluasi pembangunan sanitasi di daerah.
“Dari tahun 2020 hingga 2024, PPSP akan fokus pada peningkatan akses dan layanan sanitasi berkelanjutan, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya, Minggu, 27 Oktober 2024.
Ulasan lebih lanjut menunjukkan bahwa komitmen ini sejalan dengan agenda SDGs 2030. Target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mencakup 90% akses sanitasi layak, dengan 15% di antaranya adalah akses aman; serta upaya untuk menghilangkan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka dan memastikan 100% rumah tangga di perkotaan terlayani pengelolaan sampah.
Baru-baru ini, diadakan kegiatan Coaching Clinic 7 untuk Kabupaten Lamandau dan Katingan sebagai bagian dari Milestone 4, yang bertujuan untuk memantau pelaksanaan pembangunan sanitasi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam uji coba model layanan sanitasi skala lebih luas yang direncanakan pada tahun 2024.
“Kita akan melihat progres pelaksanaan Milestone 4 dari berbagai kabupaten, termasuk progres tahun kedua untuk Kabupaten Murung Raya dan Barito Timur, tahun ketiga untuk Kabupaten Barito Selatan dan Sukamara, serta tahun keempat untuk Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat,” pungkasnya.
Dengan fokus yang kuat pada pembangunan sanitasi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mencapai target sanitasi yang telah ditetapkan.
(Vi/matakalteng)






















Discussion about this post