PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, selalu mengingatkan pentingnya pendidikan dan pencegahan pernikahan dini anak. Hal ini disampaikan untuk mencegah terjadinya stunting dan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Kalteng yang berkualitas di masa depan.
Menurut data, stunting masih menjadi masalah serius di sejumlah wilayah Indonesia termasuk Kalteng.
“Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya gizi pada anak di masa awal pertumbuhan, akibat dari kurangnya akses dan konsumsi pangan yang bergizi dan seimbang,” sebut gubernur, Selasa, 8 Oktober 2024.
Oleh karena itu, Gubernur Kalteng mengajak masyarakat untuk menghindari pernikahan dini, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Selain itu, Gubernur Kalteng pun telah memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan, Kalteng akan menjadi daerah yang kuat dan mandiri jika memiliki SDM yang berkualitas. Oleh karena itu, Gubernur Kalteng juga terus menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
Dari beberapa program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah, misalnya TaBe (Tabungan Beasiswa) Berkah, Bidik Misi Kalteng Berkah, kuliah gratis yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah Kalteng dan berbagai program beasiswa lainnya, dapat membantu anak-anak Kalteng yang kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Dengan melindungi anak dari pernikahan dini dan memberikan akses pendidikan yang baik, Kalteng dapat membangun SDM yang berkualitas di masa depan,” tegasnya.
Ia mengharapkan dengan SDM tersebut, Kalteng memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan memajukan seluruh wilayahnya secara merata dan berkelanjutan. Oleh karena itu, ajakan Gubernur Kalteng sangat penting untuk dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh masyarakat Kalteng.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post