PALANGKA RAYA – Sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kunci pembangunan di Indonesia. Namun, kualitas tersebut tidak akan tercapai jika anak-anak tidak sehat secara fisik maupun rohani dan harus menghadapi berbagai penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Kalteng, Ni Made Yuliari.
“Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menolak program imunisasi karena berbagai isu yang belum tentu benar. Padahal imunisasi dapat mencegah penyakit yang bisa menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko stunting pada anak,” ungkap Ni Made, Selasa 17 September 2024. Oleh karena itu, Ia menekankan perlunya kerja sama antar sektor dalam menyebarkan informasi yang benar terkait imunisasi agar program ini bisa diterima baik oleh masyarakat.
Sementara itu, untuk mempercepat vaksinasi, Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kalteng, Yaesar Wawan menjelaskan bahwa pemberian imunisasi bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit. Oleh karenanya, percepatan vaksinasi harus terus dilakukan guna membentuk hard immunity secara nasional.
“Bayi yang tidak diimunisasi akan menyebabkan penyakit berbahaya, menular dan berat serta lebih rentan terhadap masalah kesehatan lain seperti campak, diare, pneumonia, kebutaan dan malnutrisi,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Pokja PAUD Kalteng, Syafruddin menambahkan bahwa imunisasi adalah suatu pencapaian terbesar dalam bidang kesehatan masyarakat. Namun, tantangan-tantangan masih harus dihadapi dalam memberikan imunisasi kepada masyarakat.
Anak-anak yang tidak diimunisasi rentan untuk mendapatkan tubuh yang lemah dan sering sakit-sakitan, yang jika dibiarkan akan mempengaruhi pertumbuhan dan meningkatkan risiko stunting. Oleh karenanya ia menekankan bahwa imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting pada anak. “Secara umum, semua imunisasi memiliki cara kerja yang sama, yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan imunisasi,” demikian Syafruddin.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post