PALANGKA RAYA – Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Regional Kalimantan Tengah, Budi Cahyanto, menyatakan bahwa ketergantungan wilayah ini terhadap pasokan bawang merah dari luar menjadi penyebab utama tingginya harga komoditas tersebut.
Menurutnya, bawang merah yang masuk ke Kalteng berasal utamanya dari Probolinggo, karena Kalteng sendiri tidak memiliki produksi bawang merah yang memadai. “Dalam beberapa waktu terakhir, kita terus mendatangkan bawang merah dari wilayah Probolinggo. Harga bawang merah di Kalteng cukup tinggi karena keterbatasan produksi lokal,” ungkap Budi di Palangka Raya, Kamis 4 Juli 2024.
Budi menjelaskan bahwa upaya untuk mengatasi masalah ini telah dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), di mana Bulog telah menginisiasi langkah-langkah konkret. Salah satunya adalah dengan menghubungkan langsung para penjual di Palangka Raya, Sampit, dan kota-kota yang terpengaruh inflasi dengan petani di Probolinggo.
“Dalam situasi saat ini, kita terpaksa menyesuaikan harga jual dengan kondisi pasar di wilayah penghasil bawang merah tersebut,” tambahnya. Budi juga menyampaikan harapannya agar produksi bawang merah lokal di Kalteng dapat segera pulih kembali. Namun, dia menyoroti bahwa tantangan cuaca yang tidak menentu seringkali menghambat produktivitas petani, menyebabkan hasil panen tidak optimal dan merugikan petani setempat.
(vi/matakalteng)





















