PALANGKA RAYA – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng), Betri Susilawati mengungkapkan, saat ini kebutuhan total ASN di Kalteng mencapai 20.785. Namun, kuota kebutuhan ASN untuk jabatan fungsional pelaksana yang sudah terisi hanya sebanyak 8.816. Sehingga selisih sebanyak 11.969 akan diajukan untuk kuota penerimaan PPPK dan CPNS.
Menurutnya, implementasinya akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan hingga lima tahun ke depan. Dia menambahkan, bahwa pihaknya akan melakukan desk dengan seluruh perangkat daerah untuk menentukan prioritas antara PPPK atau CPNS yang akan dijadikan penerimaan tahun 2024.
“Setelah data yang lengkap ada, barulah bawaannya akan didiskusikan ke dalam pertemuan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” ujarnya, Selasa, 9 Januari 2024.
Kalkulasi kebutuhan ASN di Kalteng menunjukkan bahwa ada tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan di daerah ini. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memproyeksikan kebutuhan ke depan dan melakukan rekrutmen secara bertahap agar dapat mengisi kekosongan yang ada di organisasi pemerintah.
Selain itu, penting untuk menekankan bahwa kebutuhan pegawai ASN tidak boleh hanya stabil secara kuantitas saja, tetapi juga berkualitas, profesional, serta terdidik dan terlatih secara terus-menerus.
“Kualitas ASN yang baik dianggap mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post