PALANGKA RAYA – Perencanaan pembangunan ekonomi yang baik menjadi kunci untuk mencapai sasaran pembangunan nasional, yaitu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, termasuk pemerataan pendapatan antar daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng, Leonard S. Ampung.
Menurutnya, investasi merupakan instrumen yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan pembangunan yang berujung pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan sosial dengan penciptaan lapangan kerja.
“Investasi patut diprioritaskan dalam skema pembangunan nasional maupun pembangunan daerah,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis, 4 Januari 2024.
Ia menambahkan, pada RPJMD Tahun 2021-2026, target investasi penanaman modal di Kalimantan Tengah pada tahun 2023 adalah sebesar 14,9 triliun rupiah dengan capaian realisasi sebesar 95%. Berdasarkan RPJMD Kalimantan Tengah Tahun 2021-2026 dan RPJPD Kalimantan Tengah Tahun 2005-2025, arah pembangunan wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan arah kebijakan pembangunan Kalimantan Tengah dibagi menjadi tiga zona.
Zona pertama adalah Wilayah Pengembangan Kalimantan Tengah Bagian Barat, yang mencakup Kab. Sukamara, Kab. Seruyan, Kab. Lamandau, Kab. Kobar, dan Kab. Kotim. Peluang investasi di wilayah pengembangan bagian barat antara lain adalah pertanian jagung seluas 500 hektar dengan nilai potensi investasi 30,1 milyar, budidaya udang vaname seluas 76 hektar dengan nilai potensi investasi 141,6 milyar, industri hilir kelapa sawit dengan kapasitas produksi 250.000 ton/tahun dan nilai potensi investasi 441 milyar, dan pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 25.000 ton/tahun dan nilai potensi investasi 52,4 milyar.
Zona kedua, Wilayah Pengembangan Kalimantan Tengah Bagian Tengah, mencakup Kota Palangka Raya, Kab. Katingan, Kab. Pulang Pisau, Kab. Kapuas, dan Kab. Gunung Mas. Peluang investasi di wilayah pengembangan bagian tengah antara lain adalah pembangunan pabrik penggilingan padi seluas 2 hektar dengan kapasitas produksi 70.000-80.000 ton/tahun dan nilai potensi investasi 129,7 milyar, penggemukan sapi jenis Limosin seluas 100 hektar dengan kapasitas produksi 500 ekor/tahun dan nilai potensi investasi 16,6 milyar, pengembangan dan pembangunan pabrik kelapa sawit seluas 7.500 hektar dengan kapasitas produksi 15.000-20.000 CPO ton/tahun dan nilai potensi investasi 113,7 milyar, serta industri minyak goreng sawit dengan nilai potensi investasi 450-500 milyar.
Terakhir, Zona Wilayah Pengembangan Kalimantan Tengah Bagian Timur mencakup Kab. Murung Raya, Kab. Barito Utara, Kab. Barito Selatan, dan Kab. Barito Timur. Peluang investasi di wilayah pengembangan bagian timur antara lain adalah penambangan batubara dengan nilai potensi investasi sebesar 1,92 juta dolar AS, cold storage kapasitas 25 ton dengan nilai potensi investasi 126 milyar, pabrik penggilingan padi modern dengan nilai potensi investasi sebesar 7,64 milyar, serta pabrik karet remah yang memiliki kapasitas produksi 5.000 ton/tahun dan potensi nilai investasi 15 milyar.
“Investasi di Kalimantan Tengah memiliki potensi yang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Diperlukan dukungan dan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong investasi di Kalimantan Tengah agar tercapai sasaran pembangunan yang diharapkan,” pungkasnya.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post