PALANGKA RAYA – Menuju akhir tahun sekaligus perayaan Natal dan Tahun Baru, kebutuhan akan persediaan pangan semakin meningkat. Selama masa nataru, Bulog selalu memberikan perhatian khusus terhadap persediaan pangan agar ketersediaannya tetap terjaga.
“Bulog optimis dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan menyediakan beras SPHP untuk operasi pasar dengan jenis beras pulen dan karau,” ujar Kepala Bulog Kalteng Budi Cahyanto, saat dikonfirmasi, Kamis, 30 November 2023.
Budi menyebutkan, saat ini stok beras Bulog mencapai 12.900 ton, namun masih kurang sekitar 1.100 ton untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga akhir tahun. Bulog berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut agar persediaan pangan dapat tetap terjaga dan tidak mengalami gejolak harga yang signifikan pada masa nataru.
Selain itu, Bulog juga memberikan bantuan pangan untuk bulan Desember di wilayah Kalteng dengan stok sekitar 1.110 ton. Meski demikian, Bulog menjamin bahwa stok beras masih sangat aman saat ini dan dapat bertambah jumlahnya sesuai kebutuhan daerah di masa mendatang.
“Bulog juga akan mengajukan penambahan stok ke wilayah lain jika diperlukan,” imbuhnya.
Lebih lanjutnya Budin menyampaikan Bulog siap menghadapi gejolak harga pada masa nataru dan optimis dapat memasok beras untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bahkan, Bulog menegaskan bahwa mereka memiliki stok beras yang cukup hingga masa panen mendatang. Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa persediaan beras tetap terjaga dan kebutuhan pangan terpenuhi.
Selain beras, Bulog juga mencukupi kebutuhan lain seperti gula dan minyak goreng. Saat ini stok gula yang dimiliki oleh Bulog Kalteng mencapai 500 ton, sedangkan untuk minyak goreng, Bulog mendatangkan minyak dari wilayah Sampit, Pangkalan Bun, dan Bekasi.
“Dengan persediaan yang cukup, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan pangan selama masa nataru,” lanjut Budi.
Dalam kesempatan ini, Bulog mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir dengan persediaan pangan selama nataru. Bulog siap memenuhi kebutuhan dengan persediaan yang cukup dan memastikan harga stabil agar masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga pada masa nataru.
“Sebagai konsumen, kita pun perlu bijak dalam memilih dan menggunakan persediaan pangan agar kebutuhan kita terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post