PALANGKA RAYA – Dalam rangka menyambut Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2023, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan Tema “Strategi Penguatan dan Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) di Provinsi Kalimantan Tengah”, di Swiss BelHotel Danum Palangka Raya, Senin, 16 Oktober 2023.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 5 BumDes di wilayah Kalteng, antara lain BumDes Sumber Sejahtera Seruyan dari Kabupaten Seruyan, BumDes Berkah Mulya Jaya Mekar Mulya dari Kabupaten Lamandau, BumDes Bhinneka Usaha dari Kabupaten Barito Utara, BumDes Tetei Rejeki dari Kabupaten Barito Selatan, dan BumDes Maju Bersama dari Kabupaten Katingan.
Kegiatan ini merupakan bentuk Pengembangan Ekonomi Keuangan Inklusif di wilayah Pedesaan bekerjasama dengan BumDes sebagai inisiasi penggerak perkembangan di masing-masing wilayah di Kalimantan Tengah dengan nama program “Lewu Pancasila Berkah”.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalteng, Aryawan, dalam paparannya menyampaikan, jika Kalteng memiliki 1.432 Desa dengan jumlah BumDes sebanyak 1.100 BumDes yang terbagi menjadi 4 kategori. Diantaranya BumDes Maju, Berkembang, Pemula dan Perintis.
Dengan banyaknya jumlah Desa di Kalteng, merupakan suatu potensi yang dapat dikembangkan, namun saat ini masih banyak BumDes yang belum efektif dalam memberikan kontribusi peningkatan ekonomi di Desa, hal ini disebabkan oleh kurang berkembangnya usaha-usaha BumDes. Oleh karena itu pentingnya strategi pada penguatan dan pengembangan BumDes.
“Harapannya adanya penguatan dari sisi permodalan dan penganggaran BumDes melalui kerja sama dengan Lembaga Jasa Keuangan dapat meningkatkan pendapatan usaha, dan jaringan usaha masing-masing BumDes yang akan berdampak juga pada penambahan tenaga kerja di wilayah tersebut,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara stakeholders melalui forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Salah satu strategi peningkatan peran BumDes adalah dengan dengan mendorong BumDes untuk membuat program kerja yang kreatif dan berdaya saing tinggi dengan adanya skema usaha yang inovatif bekerjasama dengan stakeholders dan lembaga jasa keuangan seperti menjadi Agen Laku Pandai atau membuat unit usaha Lembaga Keuangan Mikro.
“Saya berharap adanya BumDes yang telah maju dan bekerja sama dengan berbagai stakeholders tersebut dapat menjadi inspirasi kepada BumDes lainnya agar semakin berkembang dan inovatif sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan pendapatan asli desa,” terangnya.
Di tempat yang sama, Bank Kalteng yang diwakili Himawan menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki produk kredit melawan rentenir, yaitu UMKM Berkah. Program ini memiliki plafon maksimal sebesar Rp15.000.000 dengan suku bunga dibawah suku bunga KUR yang dapat dimanfaatkan oleh para BumDes dalam mengembangkan usaha masing-masing.
Selain itu Bank Kalteng juga memiliki program kerjasama BumDes dengan stakeholders dan Lembaga Jasa Keuangan seperti yang dilakukan di Kabupaten Sukamara yaitu pengembangan budidaya udang Vaname.
“Bank Kalteng mendukung adanya program-program inovatif yang telah dimiliki oleh BumDes sebagai mitra strategis kami untuk memberikan peningkatan ekonomi di daerah terutama di wilayah pedesaan,” ujarnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post