PALANGKA RAYA – Dalam rangka menjaga kondusifitas keamanan dan kenyamanan kehidupan bersama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Hasupa Hasambewa bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, praktisi di bidang akademis yaitu rektor dan pimpinan universitas serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Pertemuan dan dialog ini digelar untuk mendengar masukan dari berbagai pihak terkait beberapa situasi yang terjadi di Kalteng seperti Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), kondisi infrastruktur yang menyebabkan arus kepadatan/kemacetan ruas jalan ke arah kabupaten dan provinsi lain serta konflik sosial di Bangkal, Seruyan dan jelang pelaksanaan Pemilu 2024.
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran dalam arahannya meminta kepada masyarakat, untuk tidak mengedepankan kekerasan ketika menyampaikan aspirasinya dan mengedepankan musyawarah mufakat.
“Mengimbau masyarakat tidak lagi membawa sajam (senjata tajam) ketika menyampaikan aspirasi. Mengedepankan kekerasan tidak dibenarkan,” kata Gubernur dalam arahannya melalui sistem daring di acara pertemuan Hasupa Hasembawa digelar di Aula Jayang Tingang Kompleks Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 16 Oktober 2023.
Dalam hal ini gubernur tidak menyalahkan masyarakat akibat konflii yang terjadi. Ia menilai tindakan masyarakat tersebut didasarkan pada penuntutan hak plasma 20% dari perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
“Jika ingin berunjuk rasa, berunjuk rasalah dengan arid dan bijaksana,” pesan gubernur.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo yang mengimbau kepada seluruh stakeholders untuk tetap membangun kebersamaan, saling pengertian, menjaga keamanan masyarakat serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
“Ini adalah kunci daripada keberhasilan di dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dari sekian banyak problem yang terjadi khususnya pada sektor perkebunan dan sektor lainnya,” tutur Wagub.
Ia mengatakan Prov. Kalteng bakal menjadi salah satu daerah strategis penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Prov. Kalimantan Timur.
“Kita yang betul-betul menjadi tumpuan hadirnya IKN di Kalimantan Timur, kita harus betul-betul ada dan kita mengambil peran tersebut supaya program-program pembangunan dalam rangka percepatannya bisa dilaksanakan,” ungkap Wagub.
“Pemprov Kalteng dibawah pimpinan Bapak Gubernur juga mempunyai keinginan yang kuat untuk percepatan pembangunan. Mari kita dukung pembangunan investasi di Kalteng, banyak program strategis Pemprov Kalteng yang perlu didukung seluruh stakeholders misalnya terkait landmark (Icon) Kalteng,” imbuhnya.
Wagub juga mengajak seluruh stakeholders baik pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, tokoh masyarakat/ agama dan lainnya agar bersama-sama bergandengan tangan bahu-membahu berupaya agar Kalteng betul-betul keadaannya kembali kondusif terutama dalam hal penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post