PALANGKA RAYA– Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sri Widanarni bahwa dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus PHMS di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rabies dan ASF masih menjadi konsentrasi penanganannya, termasuk penyakit yang baru muncul seperti LSD (Lumphy Skin Disease) dan PPR (Peste des Petits Ruminants) yang juga wajib menjadi perhatian bersama.
“Tentunya kondisi ini, akan berdampak terhadap kesehatan manusia dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan populasi ternak, serta ketersediaan daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Minggu 27 Agustus 2023. Sri juga menambahkan salah satu penyakit yang paling menjadi perhatian adalah penyakit Rabies. Hingga bulan Agustus 2023, di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat kasus Rabies 26 kasus hingga 60 kasus gigitan oleh HPR (Hewan Penular Rabies).
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa penyakit Rabies atau Anjing Gila bisa terjadi karena gigitan pada manusia, tidak hanya oleh Anjing, tapi bisa juga Kucing, Kera dan lainnya. Disebutkannya berbagai upaya telah dilakukan antara lain pemberian vaksin rabies, selain itu masyarakat juga perlu diberi pengetahuan yang cukup bagaimana menjalani Pola Hidup Sehat, jika harus memelihara dan hidup berdampingan dengan hewan sehingga dampak resiko penyakit rabies dapat diantisipasi lebih dini.
“Beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan adanya PMK pada ternak Sapi dan berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, Kalimantan Tengah dapat terbebas dari PMK dan mendapat penghargaan atas zero case” tuturnya. Pada kesempatan yang sama Kadis TPHP Kalteng Sunarti dalam laporannya menyebut tujuan dilaksanakannya rakor ini untuk membahas perkembangan Kasus Penyakit Hewan Menular Stategis (PHMS) di Kalimantan Tengah dan penanganannya, serta pelaksanaan dan Laporan Vaksinasi PMK di semua Kabupaten/Kota.
Dilaporkan pula bahwa kasus penyakit hewan menular strategis di Kalteng masih didominasi oleh kasus rabies yang tergolong penyakit menular pada hewan yang dapat menular pada manusia (zoonosis). “Untuk penanganan PMK, Kalteng sudah reported zero case sejak Agustus 2022, sedangkan program vaksinasi PMK telah dilaksanakan sejak tahun 2021, dan pada tahun 2023 ini telah disiapkan vaksin PMK sebanyak 50.000 dosis,” sebut Sunarti.
Sunarti mengungkapkan, pada tahun 2023 ini, tidak ada terlapor untuk penyakit ASF, Jembrana dan Surra, tetapi terdapat tiga kasus penyakit LSD (Lumphy Skin Disease) yaitu satu kasus di Kab. Kobar dan dua kasus di Kab. Kotim, serta PPR (Peste des Petits Ruminants) terlapor 10 kasus di Kabupaten Kotim.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post