Pemprov Kalteng Terima Insentif Fiskal Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima bonus atau insentif fiskal kinerja pengendalian inflasi daerah, yang diberikan kepada daerah yang berkinerja baik. Insentif itu langsung diterima oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo di Gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin 31 Juli 2023.

Wagub Edy Pratowo menerima Insentif Fiskal Kinerja Pengendalian Inflasi Daerah Periode I bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sukamara, yang termasuk dalam kategori kinerja dalam pengendalian inflasi daerah Tahun 2023. Penerima alokasi insentif fiskal didasarkan pada kriteria tertentu, berupa perbaikan atau pencapaian kinerja di bidang tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan, dan pelayanan dasar yang mendukung kebijakan strategis nasional atau pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Baca juga berita lainnya

Dalam paparannya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan bagi 33 daerah yang telah mampu mengendalikan angka inflasinya, hal ini perlu menjadi contoh dan diberikan apresiasi. 

“Atas nama Kemendagri, Kepala Daerah dan K/L, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Menteri Keuangan yang telah memberikan dukungan dalam bentuk insentif tersebut. Mudah-mudahan adanya insentif ini dapat memberikan semangat bagi kita untuk terus mampu mengendalikan inflasi di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, seperti diketahui bersama pada akhir tahun lalu inflasi Indonesia berada di angka 5,9 %. “Dengan koordinasi kita bersama sehingga di bulan Juni angkanya turun menjadi 3,52 %. Mudah-mudahan ini bisa terus kita kendalikan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam Peraturan Menkeu Nomor 67 Tahun 2023 tanggal 5 Juli 2023 tentang Insentif Fiskal untuk Penghargaan Kinerja tahun berjalan pada tahun anggaran 2023, Pasal 2 ayat (1) disebutkan Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan pada Tahun Anggaran 2023 dialokasikan sebesar Rp. 4.000.000.000.000,00 (empat triliun rupiah). Dalam Peraturan Menteri Ayat (2) disebutkan juga Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan pada Tahun Anggaran 2023 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dialokasikan untuk 2 (dua) kelompok kategori kinerja, yang terdiri atas (a) kategori kinerja dalam rangka pengendalian inflasi daerah sebesar Rp. 1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) dan (b) kategori kinerja dalam rangka mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sebesar Rp.3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah).

Pada Ayat (3) dijelaskan bahwa Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan untuk kategori kinerja dalam rangka pengendalian inflasi daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dialokasikan dalam 3 (tiga) periode, yang terdiri atas (a) periode pertama sebesar Rp. 330.000.000.000,00 (tiga ratus tiga puluh miliar rupiah), dialokasikan paling cepat pada bulan Juni 2023; (b) periode kedua sebesar Rp.330.000.000.000,00 (tiga ratus tiga puluh miliar rupiah), dialokasikan paling cepat pada bulan Juli 2023; dan (c) periode ketiga sebesar Rp.340.000.000.000,00 (tiga ratus empat puluh miliar rupiah), dialokasikan paling cepat pada bulan Oktober 2023.

Kemudian, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 271 Tahun 2023 tanggal 26 Juli 2023 tentang Rincian Alokasi Insentif Fiskal Kinerja Tahun Berjalan Untuk Kelompok Kategori Kinerja dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah pada TA 2023 Periode Pertama menurut Provinsi/ Kabupaten/ Kota, pada Diktum Kesatu menyebutkan menetapkan alokasi insentif fiskal kinerja tahun berjalan untuk kelompok kategori kinerja dalam rangka pengendalian inflasi daerah pada Tahun Anggaran 2023 periode pertama menurut provinsi/ kabupaten/ kota sebesar Rp330.000.000.000,00 (tiga ratus tiga puluh miliar rupiah).

Adapun Provinsi yang menerima insentif fiskal yakni Prov. DKI Jakarta Rp. 11.677.376.000,00; Prov. Kalteng Rp.9.340.027.000,00 dan Prov. Gorontalo Rp.8.982.597.000,00 dengan total keseluruhan Rp. 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah). Sementara untuk, Kabupaten/Kota diberikan kepada 30 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan jumlah sebesar Rp. 300.000.000.000,00 (tiga ratus miliar rupiah). Sebagai informasi, Kabupaten Sukamara menerima sebesar Rp. 10.019.416.000,00.

Rakor pengendalian inflasi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi di daerahnya, sekaligus memberikan penghargaan pada daerah yang telah berkinerja baik dalam pengendalian inflasi di daerah, serta untuk memacu daerah-daerah lain agar semakin meningkatkan kinerjanya.

(vi/matakalteng.com)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

sody-","cladiv class="posemp":"l-":"defa swarle swarle wp-phis pid-le_126 swarle em format-standoad embednto-,"spivable jtoggoogl heig_3 jewarle_tpl_2cle jncle jn-":"disa-J" st-tdisablscrce_nor le_elemor-":"defa le_elemor-kit-4708">
COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-2 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
Lorin to your er_e_co -laow

""> put ta-typre-te namtypusernamt" pvecehkyHol="Usernamt" vocueass=

""> put ta-typp clworde namtypp clworde pvecehkyHol="P clworde vocueass=

""> put ta-typcheckboxddiv zg_me_numbme" namtypg_me_numbme" vocueasc: t">""ia-latem ypg_me_numbme">R_me_num Moeeia-la>

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaslorin_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas6fa3cabb0H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasLoriIn048" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinLoriIn0>

""> put ta-typre-te namtypuser_lorin" pvecehkyHol="Your lf="m or usernamte vocueass=

put ta-typhid-di" namtypa sectiovocueaseorget_p clword_WAcdliton""> put ta-typhid-di" namtyple jnenoligiovocueas6fa3cabb0H">""> put ta-typsub_lim namtypl="jlorin_buttodhan" clasbuttodhavocueasRo-iduP clworde 8" dapro"as"="Pro"as"leti.i.i.048" dattroadinRo-iduP clworde>

vafla = ["m" vare_coito]} } evlem.extplemD:"defa()); up_sarat"disasle_cm = ( evlem ) => evlem.extplemD:"defa(); docuelem."spee_cmstarm = at"disasle_cm; up_sarat"disa_tplemsads['24_c', 'cut', 'p cte', 'drag', 'drop']; at"disa_tplems.em Each( fun sect( evlem_namt ) { docuelem.addEvlemng Letai( evlem_namt, fun sect (evlem) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; s' } }); docuelem.addEvlemng Letai("keydown", fun sect (evlem) { { i evlem.keyCarcct' =123 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =67 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =73 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =74 || evlem.ctrlKeyads evlem.shiftKeyads evlem.keyCarcct' =75 ) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =85) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =80) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } { ievlem.ctrlKeyads evlem.keyCarcct' =44) { evlem.extplemD:"defa() return t":fa; } }); { i == type = winddevtools !' ='grobfined' ds e = winddevtoolsary.pitm) { DevToolsIy.pit(); = windowdEvlemng Letai('devtools-WAcge', evlem => { { i evlem.det="mary.pitm) DevToolsIy.pit(); }); } fun sect DevToolsIy.pit() { { i s='navior.userAglem.= wexOf('iPe_ph') > -1m) return t":fa; pt>vdoc_html = docuelem.getEe_elemsByTagNctSaphtml")[0]; doc_html.re_inHTML = 'Insp_cmor is at"disad.'; }} }ShCk_container"> <026
} } { up_sarlazyprelBy_backgrosadsdocuelem.querySle_cmorAll( `.haren.haparlem:not(.halazypreled)` ); up_sarlazyprelBy_backgroObservain= w.jiIn_ouer sectObservai( i entroes ) => { entroes.em Each( i entry ) => { { i entry.isIn_ouer seng ) { tabblazyprelBy_backgron= entry.tarret; if(blazyprelBy_backgron) { lazyprelBy_backgro.an clng L.add( 'halazypreled' ); } lazyprelBy_backgroObservai.unobserva( entry.tarret ); } }); }[0],rootMarrin: '.8Lpx Lpx .8Lpx Lpx' } ); lazyprelBy_backgros.em Each( i lazyprelBy_backgron) => { lazyprelBy_backgroObservai.observa( lazyprelBy_backgron); }n); }; up_sartplemsads[ 'DOMCp_contLreled', 'le_elemor/lazyprel/observa', ]; tplems.em Each( ( evlem ) => { docuelem.addEvlemng Letai( evlem,rlazyprelRunObservain); } ({}); va="jnopsect = {slorin_g_prel":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/3\/07\/31\/%2mprovlda-kalteterkal inslemif-fisda--kntaijaung-gdideliantinfv ci-%2Fdae5,"s="ppd> } } vle_elemorFro_condCp_fig = {senviro_elemMode":{"edir":t":fa,"wpPa m" v":t":fa,"isS vPenuhi,"zoome:"Perbesen","eg_sho:"Bagikano,"sverVideo":"Putar Video","pa m"ous":"Se-laumnya","ne-te:"Seopgjutnya","closeo:"Tutup5,"a11yCackgslePa mScideMas"-ima:"Scide se-laumnya","a11yCackgsleNe-tScideMas"-ima:"Scide seopgjutnya","a11yCackgsleFirstScideMas"-ima:"This is th_ first scide","a11yCackgsleLastScideMas"-ima:"This is th_ v ct scide","a11yCackgslePagindicatBulletMas"-ima:"Go to scide"},"is_rtl":t":fa,"breakpoiems":{"xs":0,"eme:480,"ml":768,"or":1025,"xl":1440,"xxl":1600},"re-,"spiva":{"breakpoiems":{"mobisa":{sla-laa:"MobisabPortraii5,"vocue":767,"d:"defa_vocue":767,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"mobisa_e-trah:{sla-laa:"MobisabLaroscape5,"vocue":880,"d:"defa_vocue":880,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"ge_tabh:{sla-laa:"Te_tabbPortraii5,"vocue":1024,"d:"defa_vocue":1024,"directecti:"max","is_endisad":c: t},"ge_tab_e-trah:{sla-laa:"Te_tabbLaroscape5,"vocue":1.8L,"d:"defa_vocue":1.8L,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"laptskt:{sla-laa:"Laptskt,"vocue":1366,"d:"defa_vocue":1366,"directecti:"max","is_endisad":t":fa},"wide> vleben","vocue":248L,"d:"defa_vocue":248L,"directecti:"miti,"is_endisad":t":fa}},"hasCt_cusBreakpoiems":t":fa},"vaisecti:"3.27.6i,"is_static5:t":fa,"experkalemalFeature-h:{saddisectalmat_cus_breakpoiems":c: t,"e_swiper_latest":c: t,"e_onboardigs":c: t,"home_> ;/*! instaem.eb-ptv5.L151- (C) 2019IMG-0 Alexpgdsh Dieulot1- f="httpsinstaem.eb-p/licensl */ tabbt,e;up_sarn=w.jiSet,o=docuelem. {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"Artictih,"maitEntityOfP-ima:{"@ta-ta:"WebP-ima,"@il":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\com/dae\rah/kalimantan-ten\gah/3\/07\/31\/%2mprovlda-kalteterkal inslemif-fisda--kntaijaung-gdideliantinfv ci-%2Fdae5},"0" eCPALANGKA RAYA - %2merintah Provinsi (P2mprov) Kh/kaliman Tn-ten (da Kalt)tegeerkal bonus w.mu inslemif fisda- kntaija ng-gdidelian infv ci %2Fdae, ypgs diberkkan kepada %2Fdae ypgs berkntaija baik. Inslemif itu opgssugs diterkal oleh Wakil Gubernurlda Kalt Edy Prviowo diiGedugs Sasana Bhakti Prvja K_elemerkan Dalam Negerk, Jmatrta Pusat,iSenini31 Juli ah/3.<\/%>\n\n\n\nhp>Wagub Edy Prviowo egeerkal Inslemif Fisda- %ntaija %20gdidelian Infv ci %2Fdae %2riarccI bersaal dn-ten %2merintah Kabueaten Sukam-ra, ypgs mermasuk %2lam kategori kntaija %2lam ng-gdidelian infv ci %2Fdae Tahun ah/3. %20erkal alok ci inslemif fisda- didasarkan pada kriterka mercontu, beruea ngrbaikan w.mu ng-capaian kntaija %i bidags mm/mlkelolmlkeua-ten %2Fdae, peopypgen umum ngmerintahan, %2n peopypgen dasar ypgs egedukugs kebijyata strategis nasectal w.mu nglaksanaan kebijyata fisda- nasectal.<\/%>\n\n\n\nhp>Dalam paparannya, Mdidegri T to Kars='naetegeguenanpata bahwa ng-gharraan ini diberkkan bagi 33 %2Fdae ypgs tglah mamputegegdidelikan wenan infv cinya, ha- ini ngrlutegeja%i up_coh %2n diberkkan apa siasi.\u00a0<\/%>\n\n\n\nhp>\"A ds nama K_eledegri, K_palp %2Fdae %2n K\/L, ngmitegegucnpata terkal k cih banyak kepada Mlemerk K_ua-ten ypgs tglah me_numikan dukugsen dalam bontuk inslemif _ouerbut. Mudah-mudahan adanya inslemif ini dapat me_numikan semagset bagi ki/mluntuk _ouus mamputegegdidelikan infv ci %i Indon sia,\" ujarsya.<\/%>\n\n\n\nhp>Lebih opgjut at"dmpaikan, sengrti %iket=hui bersaal pada akhir tahun lalu infv ci Indon sia berada %i wenan 5,9 %. \"Dn-ten koordig ci ki/mlbersaal sehengga %i bpopg Juni wenannya ttingtegeja%i 3,52 %. Mudah-mudahan ini bt"d _ouus ki/mlkdidelikan,\" tegassya.<\/%>\n\n\n\nhp>Sengrti %inumityata se-laumnya, dalam %2raturta Mlekeu Nomor 67 Tahun ah/3 tdamga- 5 Juli ah/3 contdam Inslemif Fisda- untuk Pg-gharraan %ntaija tahun baijalan pada tahun damgarta ah/3,uP ca- 2 pypt (1) at"rbutkan Inslemif Fisda- %ntaija Tahun Baijalan pada Tahun Aamgarta ah/3 >\n\n\n\nhp>Pada Aypt (3) atjglasata bahwa Inslemif Fisda- %ntaija Tahun Baijalan untuk kategori kntaija %2lam rwenan ng-gdidelian infv ci %2Fdae se-agakalia %imaksud pada aypt (2) htinf a atalok ciata %2lam 3 (tigl) ngriarc, ypgs merdiri " ds (a)lngriarclngrtaal se-lsar Rp. 330.000.000.000,00 (tigl ratus tigl puluh miliar rueiah), atalok ciata paleng ceppt pada bpopg Juni ah/3; (b)lngriarclkedul se-lsar Rp.330.000.000.000,00 (tigl ratus tigl puluh miliar rueiah), atalok ciata paleng ceppt pada bpopg Juli ah/3; %2n (c)lngriarclketigl se-lsar Rp.340.000.000.000,00 (tigl ratus 2mppt puluh miliar rueiah), atalok ciata paleng ceppt pada bpopg Oktonum ah/3.<\/%>\n\n\n\nhp>K_euatan, berdasarkan K_putusta Mlemerk K_ua-ten RI Nomor 271 Tahun ah/3 tdamga- 26 Juli ah/3 contdam Rincian Alok ci Inslemif Fisda- %ntaija Tahun Baijalan Untuk Kelompok Kategori Kntaija %2lam rwenan %20gdidelian Infv ci %2Fdae pada TA ah/3 %2riarccPgrtaal egeurut Provinsi\/ Kabueaten\/ Kota, pada Diktum Kesatu egeyrbutkan egeetnpata alok ci inslemif fisda- kntaija tahun baijalan untuk kelompok kategori kntaija %2lam rwenan ng-gdidelian infv ci %2Fdae pada Tahun Aamgarta ah/3 ngriarclngrtaal egeurut provinsi\/ kabueaten\/ ah/k se-lsar Rp330.000.000.000,00 (tigl ratus tigl puluh miliar rueiah).<\/%>\n\n\n\nhp>Adapun Provinsi ypgs egeerkal inslemif fisda- yakni Prov. DKI Jmatrta Rp. 11.677.376.000,00; Prov. da Kalt Rp.9.340.027.000,00 %2n Prov. Goro_calo Rp.8.982.597.000,00 %n-ten th/kl keseluruhan Rp. 30.000.000.000,00 (tigl puluh miliar rueiah).iSealemarmluntuk, Kabueaten\/Kk/k diberkkan kepada 30 Kabueaten\/Kk/k di Indon sia %n-ten jumlae se-lsar Rp. 300.000.000.000,00 (tigl ratus miliar rueiah).iSe-agak inem f ci, Kabueaten Sukam-ra egeerkal se-lsar Rp. 10.019.416.000,00.<\/%>\n\n\n\nhp>Rakor ng-gdidelian infv ci ypgs dipimpinioleh Mlemerk Dalam Negerk (Mdidegri) T to Kars='naetini bgrtujuan untuk meninnantata partisip ci ngmerintah %2Fdae %2lam ng-gdidelian infv ci %i %2Fdaenya, seah/kgus me_numikan ng-gharraan pada %2Fdae ypgs tglah berkntaija baik %2lam ng-gdidelian infv ci %i %2Fdae, ser/mluntuk me_acu %2Fdae-%2Fdae lainiagar semaknt meninnantata kntaijasya.<\/%>\n\n\n\nhp>(vi\/ww.matakalteng.)<\/%>\n5,"authora:{"@ta-ta:"Pgrson5,"namte:"Rafiudditi,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\cup_cributor\/rafie-","l-ww.matakalt-ng.5},"artictiSectecti:["Kh/kaliman Tn-tenh],"im-ima:{"@ta-ta:"Im-imO 'obji,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.\c clets\/ts/s-im\gah/3\/07\/31\/IMG_ah/30731_174213_740x500.jpg?v=169080h/34","width":740,"g" hei":500},"pubypehera:{"@ta-ta:"Orranizdicat5,"namte:"i,"url":ef="htt\/\s://www.matakalteng.h,"oogoa:{"@ta-ta:"Im-imO 'obji,"url":ea},"samtAs":["f="htt\/\s://www.facebook.\com/matakalteng\/5,"f="htt\/\s://twitter.\com/matakalt5,"f="htt\/\s://winstagramter.\com/matakalt\/5,"f="htt\/\s://wyoutubeter.\c-WAchan\/UCFjY9hjfqUI4mKYkN5NAxLQi,"f="htt\/\s:.me\com/matakaltok."]} } } {"@up_coxta:"f="ht\/\sschema.w3.","@ta-ta:"hentry5,"entry-tt_tih:"P2mprovlda Kalt Terkal Inslemif Fisda- %ntaija %20gdidelian Infv ci %2Fdae5,"pubypehel":eah/3-07-31 17:49:185,"updatel":eah/3-07-31 10:49:20" } } le jnads= = window.jnads||[],"& 'obj"==L= typeow.jnads&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library&&(ow.jn.library.& 'Keys(ow.jnads).em Each((fun sect(s){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[],ow.jn.library. clets.= wexOf(ow.jnads[s])<0&&ow.jn.library. clets.push(ow.jnads[s])})),ow.jn.library. = Lrel((fun sect(){setTkallur((fun sect(){if(s& 'obj"==L= typeow.jnads&&ow.jnads.l20gth){pt>vs=ow.jnads.slice(0);ow.jn.library.& 'Keys(s).em Each((fun sect(e){ow.jn.library. clets=ow.jn.library. clets||[];pt>va=ow.jn.library. clets.= wexOf(s[e]);a>-1&&ow.jn.library. clets.splice(a,1),(a=ow.jnads.= wexOf(s[e]))>-1&&ow.jnads.splice(a,1),ow.jn.library. vl=this,t=ow.jn.library,n=s& 'obj"==L= typeow.jn&&"& 'obj"==L= typeow.jn.library;e.0" d=null,e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.nsear=fun sect(){e.runuajax=!0,e.runulorinregiswit=!0,e.0" d=null},t.init=fun sect(){t&&(t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="js="ppder_e_cou).l20gth&&ow.jn.lorinregiswit&&e.runulorinregiswit&&(e.runulorinregiswit=!1,ow.jn.lorinregiswit.init(),ow.jn.lorinregiswit.hceb_em f()),ofv .l20gth&&e.runuajax&&(e.runuajax=!1,e.0ouajax({a sect:"le jnefirst_prel_a secti,ow.jn_id:a="jnopsect.s= pid,prel_a sect:ofv }))(},t.updateare_coit=fun sect(){if(n){pt>vo={th/kl_v" v:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jv" vsare_co .re_cos"),th/kl_eg_sh:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jeg_shastats .s="jeg_share_co .re_cos"),th/kl_ok.alem:t.globocBody.querySle_cmorAll(".s="jmeta_ok.alem l span")};t.em Each(O 'obj.entroes(e.0" d.re_coit),(fun sect([e,n]){o[e].l20gth&&t.em Each(o[e],(fun sect(e,o){L.setTe-t(e,n)}))}))}},e.0ouajax=fun sect(o){if(n){pt>va=w.jiXMLH="hRequesm;a.wnreadystate-WAcge=fun sect(){XMLH="hRequesm.DONE===a.rladyState&&200==a.status&&(e.0" d=JSON.parse(a.rl-,"speTe-t),e.0" d.re_coit&&"& 'obj"==L= typee.0" d.re_coit&&t.updateare_coit()(},a.wpit("POSTi,ow.jn_ajax_url,!0),a.setRequesmHladai("Cp_cont-Ta-t5,"awrlicdicat/x-://-em fong&encoded; -WArset=UTF-8"),a.send(t.h="hBuiyHQuery(o))}}}, = window.jn.first_prel=w.ji = window.jn.first_prel,ow.jn.first_prel.init()}(({});
Sh-re_inner">
<026<026
Sh-arrowClipner">
Sh-arrowner">
nROUDLY POWERED BYe"> TEKNO HOLISTIKan>