PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalimantan Tengah, Riza Rahmadi menyebutkan komoditas cabe rawit dan beras mengalami kenaikan harga.
“Cabai rawit mengalami kenaikan harga di sebanyak 81 kabupaten/kota, serta penurunan di sebanyak 42 kabupaten/kota lainnya, beras mengalami kenaikan harga di sebanyak 72 kabupaten/kota serta penurunan di 90 kabupaten/kota lainnya, hingga telur ayam ras maupun daging ayam ras,” jelasnya, Rabu 11 Januari 2023.
Sedangkan di Kalteng Riza menyampaikan berdasarkan pemantauan rutin Dinas Ketahanan Pangan terhitung sejak 1-9 Januari, terjadi fluktuasi harga pada berbagai komoditas pangan strategis tingkat pedagang eceran.
“Kami harapkan masing-masing Pemda melalui Perangkat Daerah dapat memperhatikan hal ini, guna mengantisipasi berbagai hal termasuk tingkat inflasi,” sebutnya.
Dalam rangka menangani kenaikan harga berbagai komoditas pangan di pasaran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan langkah antisipasi guna menangani hal tersebut. Riza menilai perkembangan harga pangan strategis khususnya di tingkat pedagang eceran harus menjadi perhatian khusus.
“Jika kenaikan harga pada pangan strategis tingkat pedagang eceran tidak normal atau melampaui batas wajar, maka sudah seharusnya dapat segera diambil kebijakan untuk menstabilkannya,” katanya.
Riza Rahmadi menambahkan, upaya-upaya seperti ini harus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan maupun harga jual komoditas strategis agar tetap stabil, termasuk menekan laju inflasi maupun menjaga daya beli masyarakat.
“Berbagai pangan strategis tingkat pedagang eceran yang perlu diperhatikan, diantaranya beras, bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng, cabai, serta lainnya,” ucapnya.
Hal ini telah dibahas secara nasional dalam rapat pengendalian inflasi bersama Pemerintah Pusat. Dalam rapat tersebut dijelaskan indeks perkembangan harga secara nasional baik yang mengalami kenaikan maupun penurunan dalam minggu pertama Januari 2023.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post