PALANGKA RAYA – Puluhan massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Palangka Raya, menggelar aksi damai untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Darah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin 11 April 2022.
Aksi ini di adakan sebagai sikap penolakan terkait wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Tidak hanya itu Koordinator lapangan aksi damai, William Candra meminta agar pemerintah segera mengusut kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng.
“Kami juga menolak adanya kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan PPN 11 persen dan mendesak DPR RI untuk membahas dan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat,” serunya. Dia juga menyampaikan tujuh poin tuntutan diantaranya meminta DPRD Kalteng untuk menyampaikan sikap dan menolak, terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 (tiga) periode kepada pemerintah pusat, DPR RI dan MPR RI.
Kedua, meminta kepada DPRD Kalteng untuk mendesak pemerintah daerah agar bisa mengusut tuntas terkait kelangkaan minyak goreng dan sejumlah kebutuhan bahan pokok lainnya; Ketiga, meminta DPR RI agar menyampaikan kepada Menteri ESDM untuk menurunkan harga serta memberikan subsidi terhadap BBM kepada masyarakat Indonesia.
Keempat, meminta kepada Anggota DPR RI Dapil Kalteng terhadap janji kampanye Presiden dan Wakil Presiden; Kelima, menolak kebijakan pemerintah pusat terhadap kenaikan PPN 11%; Keenam, meminta seraya mendesak DPR RI agar dapat segera membahas dan mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (MHA); serta Ketujuh, meminta dan mendesak kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar segera menyelesaikan konflik Agraria di Kalimantan Tengah.
Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno didampingi sejumlah unsur pimpinan komisi dan anggota DPRD Kalteng menerima langsung massa dan memberikan apresiasi atas kepedulian mereka terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia. “Aspirasi yang telah disampaikan ini akan segera diakomodir kepada pihak kementerian terkait dan tentunya juga ke DPR RI,” ucap Wiyatno dihadapan peserta aksi.
Selanjutnya, secara khusus dihadapan para awak media Wiyatno juga menegaskan bahwa aksi demo hari ini sebenarnya tidak hanya terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saja, tapi juga hampir di seluruh wilayah Indonesia, dengan agenda dan aspirasi yang hampir sama, diantaranya terkait kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga BBM, serta yang lebih pentingnya lagi terkait wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa periode presiden.
“Saya pribadi atas nama partai PDI Perjuangan, baik itu di Kalimantan Tengah maupun di pusat, juga tidak setuju dengan adanya wacana penundaan Pemilu. Jadi, bahasa kita adalah sama, yakni menolak wacana penundaan Pemilu,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post