PALANGKA RAYA- Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK dan SLB se Kalimantan Tengah, resmi dibuka hari ini, Senin 28 Juni 2021. PPDB kali ini diadakan secara online menggunakan aplikasi.
Tim teknis PPDB online Dinas Pendidikan Kalteng, Tito menyebutkan posko PPDB yang dibuka oleh Disdik di Aula Hapumpung, kantor Disdik Kalteng sejak pagi banyak dikunjungi oleh peserta PPDB yang akan melakukan pendaftaran. Disebutkannya kebanyakan peserta mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi.
“Hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti, hanya saja sebagian besar peserta masih banyak yang belum aplikasi yang digunakan untuk mendaftar. Selain itu beberapa peserta juga mengalami kendala masuk dalam aplikasi karena server yang cukup sibuk,” ujar Tito, saat dikonfirmasi di Posko PPDB Disdik Kalteng.
Lebih lanjut Tito mengatakan peserta dan orang tua yang datang ke posko PPDB Disdik Kalteng kebanyakan meminta bimbingan pendaftaran online. Pasalnya karena baru pertama kali mengakses aplikasi pendaftaran tersebut calon peserta didik dan orangtua ragu-ragu untuk membuka aplikasi karena takut melakukan kesalahan saat pendaftaran.
Tito juga menambahkan posko yang disediakan Disdik Kalteng ini terbuka bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dengan membawa gadget atau laptop. Maka petugas akan membantu proses pendaftaran, bahkan apabila calon peserta didik tidak memiliki fasilitas untuk mendaftar, di sekretariat sudah disediakan fasilitas oleh panitia.
Yanti, salah seorang orang tua peserta mengatakan bahwa dirinya mengalami kesulitan mengakses karena server aplikasi yang sibuk. Hal ini dimungkinkan karena tingginya masyarakat yang membuka aplikasi tersebut untuk mendaftar.
“Saya sempat mencoba untuk mendaftar melalui warnet, tapi server aplikasi terlalu sibuk sehingga petugas warnet menyarankan saya untuk mendatangi posko PPDB,” sebut Yanti. Setelah dibantu oleh petugas posko Yanti mengaku proses pendaftaran tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 15 menit proses pendaftaran pun selesai.
“Sudah selesai, hanya saja menjadi was-was menunggu pengumuman diterima atau tidak di sekolah yang diinginkan. Anak saya mendaftar di SMK 2 dan SMK 3 melalui jalur afirmasi karena kami memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP),” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post