PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Agus Siswadi mengatakan kemajuan teknologi seperti saat ini membawa dampak bagi kehidupan manusia.
Namun tuturnya, masyarakat perlu mewaspadai dampak negatif dari perkembangan teknologi, seperti semakin gencarnya informasi palsu atau bohong yang biasa disebut hoaks yang beredar di masyarakat. Ia juga menambahkan hoaks bisa menjadi pemicu munculnya keributan, keresahan, perselisihan bahkan ujaran kebencian.
“Secara regulasi Kominfo yang mengeluarkan data hoaks setiap hari. Data-data hoaks tersebut didapatkan dari Daerah kemudian masuk Kominfo Pusat dan itu yang keluar setiap hari dan di publish setiap hari,” ujar Agus, Sabtu 5 Juni 2021.
Agus juga menambahkan mengapa hoaks sangat mudah menyebar di masyarakat, hal ini menurutnya karena dikemas sedemikian rupa sehingga masyarakat kesulitan membedakan informasi hoaks dan mana yang bukan.
“Hoaks inikan sebuah kemasan yang sangat cantik, dikemas begitu menarik sekali, sesuatu yang palsu tetapi dijual menjadi kebenaran sehingga dianggap benar. Hoaks dan kebenaran sangat beda tipis. Semakin hebatnya teknologi, seakan-akan semua itu benar dan lagi masyarakat lebih cenderung membagikan ketimbang mencari kebenaran informasi itu,” imbuhnya.
Agus Siswadi mengutarakan untuk saat ini untuk wilayah Kalteng, informasi hoaks yang kerap beredar dan belum diyakini kebenarannya yakni informasi tentang vaksin dan Covid-19.
Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalteng khususnya agar menghindari hoaks yakni jangan mudah percaya dengan foto atau video yang beredar, hati-hati membagikan informasi atau berita yang dibaca dan hati-hati dengan judul provokatif dan baca keseluruhan isi informasi atau berita. Terkait data hoaks dapat dilihat melalui website kominfo.id.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post