PALANGKA RAYA – Pemerintah Republik Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan program food estate di Kalimantan Tengah. Program yang masuk dalam program strategis nasional ini dikembangkan untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia, khususnya di masa pandemi seperti saat ini.
Bantuan-bantuan terus dikucurkan oleh pemerintah pusat, salah satunya bantuan mesin pompa air. Bantuan ini diberikan pasalnya beberapa waktu lalu, lahan pertanian ini terendam banjir maka dari itu diperlukan pompa pada saluran irigasi untuk membantu mengeluarkan air dari lahan.
Pemasangan pompa dengan kapasitas yang cukup besar dibeberapa saluran diharapkan air dapat segera surut. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Hj. Sunarti mengatakan bantuan pompa air diberikan oleh Kementerian Pertanian dipasang di saluran irigasi sekunder A1 dan saluran irigasi di Desa Bentuk Jaya, Kapuas.
“Saluran irigasi sekunder di A1 yang saat ini sedang dipasang pompa oleh Kementerian Pertanian untuk membantu mengeluarkan air dari lahan. Kedua, meninjau saluran primer sungai sambu yang juga dipasang pompa air dengan kapasitas lebih besar yakni 22 PK. Itu juga salah satunya untuk mengurangi air yang ada dilahan,” jelas Sunarti, Minggu 7 Maret 2021.

Lebih lanjut Sunarti menyampaikan lokasi olah lahan di Desa A5, memiliki luas keseluruhan yakni 1.200 Hektare (Ha). Adapun lahan yang saat ini sedang diolah seluar 1.000 Ha. Pihaknya menargetkan olah lahan untuk penanaman maksimal pada bulan April 2022 mendatang sudah selesai.
“Bapak Gubernur melakukan kunjungan ke lokasi olah lahan yang luas keseluruhannya di A5 ini ada 1.200 Ha dan yang di kerjakan oleh Para Petani ada 1.000 Ha. Sekarang ini sedang persiapan olah lahannya untuk penanaman, maksimal bulan April mendatang sudah selesai,” jelas Sunarti.
Sunarti mengatakan, pada program food estate ini, tidak hanya sektor pertaniannya saja yang dibangun tapi juga infrastruktur dan pendukung lainnya seperti jalan dan irigasi, jembatan juga dibangun.
(vi/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post