SAMPIT – Kemunculan varian baru virus korona atau Covid-19 kembali ditemukan, yakni Kent – B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Negara Inggris. Bahkan varian ini sudah masuk ke Negara Indonesia, dimana varian baru ini penularannya lebih cepat.
Kepala Unit Golongan Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim dr Yuendri Irawanto mengatakan, untuk gejala varian baru ini hampir sama dengan varian yang lama namun penularannya lebih cepat sekitar 50 persen.
“Memang benar ada varian baru yang muncul dari Inggris, dan mutasi virus ini lebih berbahaya lagi karena kecepatan penularannya sangat tinggi jika dibanding sebelumnya,” ujarnya, Minggu 7 Maret 2021.
Dikatakan Yuendri, varian baru Covid-19 terus bermunculan. Seperti varian yang diduga memicu lonjakan kasus di wilayah Amazon Brazil muncul di Minnesota. Kemudian varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan sudah muncul di Carolina Selatan dan Maryland.
“Varian baru yang terus bermunculan di banyak negara ini bukan hal yang mengejutkan bagi para ilmuwan. Karena semua jenis virus termasuk corona SARS-CoV-2 selalu berubah dan berkembang,” bebernya.
Dimana setidaknya ada empat varian baru yang sangat mengkhawatirkan salah satunya B.1.1.7 ini. Namun diyakini, sistem kekebalan manusia masih dapat menangani varian yang bermunculan saat ini terutama B.1.1.7.
Karena diketahui, transmisi atau penularan virus terjadi dengan cara yang persis sama seperti sebelumnya yang artinya tindakan pencegahan untuk mengurangi penyebaran varian baru B.1.1.7 sama seperti sebelumnya.
“Tetap terapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, yakni memakai masker, menjaga jarak 1-2 meter, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan atau keramaian,” tegasnya.
Lebih lanjut, mutasi pada varian ini membantu memasuki sel manusia dengan lebih mudah. Yang mana jika seseorang menghirup udara yang mengandung partikel virus di dalamnya, partikel itu akan lebih mungkin menginfeksi beberapa sel di sinus atau hidung, dan akhirnya masuk ke paru-paru.
Perubahan yang mengkhawatirkan dari varian B.1.1.7 adalah lonjakan protein spike yang ada pada permukaan virus berupa paku-paku di permukaan dan menjadi pintu masuk virus ke sel lebih mudah menempel di sel.
“Varian tersebut lebih mudah menular, yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah kasus. Untuk itu masyarakat diharapkan lebih ketat lagi menerapkan protokol kesehatan, jangan sampai longgar. Karena ini bisa berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan angka pasien positif Covid-19,” tutupnya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post