PALANGKA RAYA – Terus bertambahnya angka kasus positif Covid-19 di Kalimantan Tengah, dikhawatirkan akan menyebabkan penuhnya kamar perawatan bagi pasien Covid. Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSDS dr Riza Syahputra, memastikan penanganan tetap dilakukan secara optimal.
Ruang perawatan untuk pasien Covid sendiri menurut Riza selain di RSUD Doris Sylvanus, pihaknya juga telah melakukan perluasan RS di Asrama BPSDM Kalteng. Perluasan ini diperlukan untuk menghindari kurangnya kamar perawatan bagi pasien.
“Dalam penanganan di lapangan kami terus menyesuaikan perkembangan terkini yakni berdasarkan jumlah pasien, guna memastikan semua tetap tertangani dengan baik,” ujar Riza.
Riza juga menambahkan bahwa pihaknya terus memastikan penanganan maupun pengaturan penempatan pasien, semua dilakukan sesuai standar atau ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Wakil Ketua Harian Suyuti Syamsul menjabarkan, dalam waktu 14 hari kedepan, kecepatan penularan (jumlah orang yang terinfeksi) per 100.000 penduduk, yakni Palangka Raya 90,9 orang, Murung Raya 54,6 orang, Kapuas 39,6 orang, Gumas 30,9 orang, Kobar 27,8 orang, Seruyan 2,4 orang, Sukamara 3,1 orang dan Barut 4,6 orang.
Sedangkan angka kematian per 100.000 dalam waktu 14 hari kedepan, yakni Palangka Raya 6,17 orang, Kapuas 4,74 orang dan Lamandau 1,21 orang. Semua itu berdasarkan kajian Tim Ahli Epidemiologi Gugus Tugas Kalteng.
“Hanya kerjasama dan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan seperti physical dan social distancing dan pola hidup bersih sehat yang dapat menekan laju angka penularan covid-19,” beber Suyuti.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post