PALANGKA RAYA – Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng, hingga Minggu (7/6) dilaporkan jumlah kasus positif turut mengalami penambahan sebanyak 18 orang. Tercatat sampai dengan saat ini total kasus positif mencapai 520 orang.
Penambahan sebanyak 18 orang pasien positif yang baru dalam 24 jam terakhir merupakan distribusi dari Kota Palangka Raya 15 orang, Kapuas 1 orang, Gunung Mas 2 orang. Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan penambahan pasien positif sebagian besar berasal dari klaster pasar besar.
“Penambahan pasien hari ini terbanyak berasal dari kota Palangka Raya sebanyak 15 orang, dan sebagian besar merupakan klaster pasar besar,” jelas Suyuti.
Dari 520 total kasus positif yang dilaporkan termasuk dengan 18 orang terkonfirmasi positif yang baru, diantaranya 280 orang masih dalam perawatan, 212 orang dinyatakan sembuh dan 28 orang meninggal dunia.
Sementara, Kasus Pasien Dengan Pengawasan (PDP) di wilayah Kalteng berjumlah 64 orang saat ini. Untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 175 orang, dengan jumlah ODP terbanyak ada di Kabupaten Katingan sebanyak 81 orang.
OTG di Kalteng saat ini berjumlah 1.469 orang, dengan jumlah OTG terbanyak ada di Kabupaten Murung Raya berjumlah 621 orang.
Dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan melewati angka 500 kasus dan masa transisi menuju new normal, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng melalui Ketua Harian, Darliansjah mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan finalisasi sejumlah regulasi terkait penerapan tatanan hidup baru atau new normal di Kalteng.
“Regulasi tersebut antara lain mengenai instruksi Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kalteng tentang pedoman penetapan atau penghentian sementara new normal oleh kabupaten dan kota,” ujar Darliansjah.
Lebih lanjut Ia juga menambahkan, selain instruksi Ketua Gugus Tugas, Pergub tentang pedoman pelaksanaan new normal kabupaten dan kota se-Kalteng. Kedua regulasi inilah nantinya yang harus diikuti oleh kabupaten kota saat melaksanakan new normal.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post