PALANGKA RAYA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus, Palangka Raya telah menangani pasien rujukan dari salah satu rumah sakit di Kalimantan Tengah dengan diagnose Tonsilitis akut sehingga perlu dilakukan observasi terhadap pasien tersebut karena dicurigai terinveksi Novel Coronavirus.
Direktur RSUD Doris Sylvanus, Yayu Indiaty mengatakan dalam sampel usap leher yang dikirim ke Litbang Kemenkes Rdari hari pertama sampai ketiga seluruhnya dinyakan negatif.
“Artinya pasien dinyatakan tidak terjangkit Novel coronavirus, setelah melalui rapat tim sepakat untuk mempulangkan pasien tersebut namun tetap berobat jalan,” ungkap Yayu saat memberikan keterangan Pers di Lobby Andministrasi RSUD Doris Sylvanus, Jum’at 14 Februari 2020.
Dokter penanggung jawab utama dalam penangan medis pasien tersebut dr. Andar Sitanggang menjelaskan, terkait masuknya pasien yang diduga terindikasi Novel CoronaVirus pada hari senin tanggal 9 Februari 2020 sore langsung dilakukan pemeriksanaan klinik menyeluruh serta dengan kondisi tidak ada tanda-tanda kegawatan tetapi terdapat demam, batuk filek, dan dahak cukup banyak.
“Kalau mengacu kriteria Menkes masuk dalam kriteria, maka masuk pengawasan terjangkit Novel Coronavirus dikarekan keluhan kurang dari 14 hari datang dari wilayah yang terjangkit. Hingga akhirnya pada hari ini konsidi membaik batuk dan dahak sudah berkurang,” ucapnya.
“Semoga Kalteng dan Indonesia pada umumnya tidak terdampak penyakit atau bebas kegawatdaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia ini,” tutupnya.
(nat/matakalteng.com)





















Discussion about this post