PALANGKA RAYA – Meskipun pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak baru akan dilaksanakan September 2020 mendatang. Namun suhu politik di Bumi Tambun Bungai ini sudah mulai memanas. Pasalnya, berbagai tahapan mulai penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah mulai berlangsung.
Dengan mulai berlangsungnya tahapan pilkada serentak ini, sejumlah tokoh Kalteng mengingatkan kepada masyarakat Kalteng agar momen pilkada ini jangan sampai menjadi ajang perpecahan, tetapi bagaimana memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
“Saya selaku ketua umum Dusmala hanya mengingatkan, agar siapapun yang nantinya menjadi pemimpin di Kalteng ini bisa memprioritaskan pembangunan agar menjadi lebih baik lagi, karena hal tersebut juga akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi di Kalteng ini tidak hanya terdiri dari satu suku saja tetapi ada bermacam-macam suku,”ungkap Ketua Umum Kerukunan Warga Dusun, Manyan dan Lawangan (Dusmala) Kalteng Bias Layar kepada wartawan di Palangka Raya, Minggu (6/10).
Bias juga menghimbau kepada bakal calon kepala daerah yang maju di pilkada ini, agar bisa bersaing secara sehat tanpa harus menyebarkan isu negatif baik suku, ras dan agama (SARA). Hal tersebut dikarenakan dapat memecah belah masyarakat, bahkan kemungkinan terburuk yaitu menyebapkan pertikaian.
“Intinya, jangan menyebarkan isu negatif menyangkut agama, ras dan suku, karena hal tersebut berpotensi memecah belah masyarakat Kalteng, bahkan dapat menyebapkan pertikaian, hal inilah yang harus dihindari. Tunjukanlah kepada masyarakat bagaimana caranya menjadi calon pemimpin yang baik, dengan cara mengedepankan program dan visi misi, bukan memprovokasi masyarakat demi ambisi,” tegasnya.
Selain itu, dia mengingatkan, pilkada dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari pemimpin daerah yang duduk pemerintahan. Oleh karena itu dirinya juga menghimbau kepada masyarakat khususnya bagi warga Dusmala, agar tidak terprovokasi apabila ada calon kepala daerah yang menyebarkan isu sara.
“Kita ini mencari pemimpin daerah yang duduk pemerintahan, bukan mencari pemimpin golongan tertentu, sehingga saya selaku ketua umum Dusmala terus mengingatkan kepada masyarakat khususnya bagi warga Dusmala, agar tidak gampang terprovokasi isu sara, rasis dan lain sebagainya apabila ada salah satu calon yang mencoba menyebarkan isu tersebut,” pungkasnya.
Untuk diketahui pilkada serentak 2020 mendatang, akan dilaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
(nt/matakalteng.com)
















Discussion about this post