SAMPIT – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) nomor urut 3, Rudini-Paisal, menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan konflik yang kerap terjadi antara masyarakat dan perusahaan. Paisal Damarsing, calon Wakil Bupati, menyatakan bahwa isu ini tidak hanya menjadi masalah di Kotim, namun juga di berbagai kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
“Konflik antara masyarakat dan perusahaan harus menjadi perhatian serius kita bersama. Baru-baru ini kita mendengar tentang sengketa yang bahkan memakan korban. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah prioritas yang harus kita utamakan,” ujar Paisal dalam pertemuan dengan generasi milenial dan Gen Z di sebuah kafe di Jalan HM Arsyad, Senin, 7 Oktober 2024.
Paisal menyoroti salah satu sumber konflik utama, yakni terkait kewajiban perusahaan untuk memberikan 20% dari hasil perkebunan dalam bentuk plasma kepada masyarakat. Namun, menurutnya, masih banyak perusahaan yang belum memenuhi kewajiban ini meski aturan tersebut sudah diberlakukan sejak 2007.
“Plasma ini adalah hak masyarakat. Banyak perusahaan yang belum menjalankan kewajiban mereka, padahal ini adalah amanat peraturan pusat. Kami berharap perusahaan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Jika kami dipercaya memimpin Kotim, kami akan mengawasi dengan ketat agar perusahaan memenuhi kewajibannya,” tambah Paisal.
Paisal juga menjelaskan rencana mereka untuk mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai pelosok daerah sebagai bagian dari upaya mencari solusiaspiras untuk mengatasi konflik Sosial masyarakat dengan perusahaan tersebut.
“Kami akan turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa konflik-konflik ini dapat diselesaikan secara damai dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan,” jelasnya.
Selain itu, Paisal juga menyoroti kasus pencurian yang dilakukan oleh warga di perkebunan yang seringkali berujung pada kekerasan. Salah satu insiden yang terjadi baru-baru ini adalah penembakan seorang warga yang diduga mencuri di kebun dan melawan petugas.
“Kejadian ini menunjukkan perlunya dukungan perusahaan kepada masyarakat sekitar agar tindakan seperti pencurian bisa dicegah. Dengan adanya hubungan yang baik antara masyarakat dan perusahaan, kita bisa menghindari konflik semacam ini,” tegas Paisal.
Pasangan Rudini-Paisal berkomitmen untuk menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan perusahaan. Mereka menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis untuk menyelesaikan masalah sosial-ekonomi ini.
“Kami bertekad untuk menciptakan kesejahteraan bersama dengan menjamin stabilitas hubungan antara masyarakat dan perusahaan. Ini adalah tugas kami, dan jika dipercaya memimpin Kotim, kami akan memastikan bahwa konflik-konflik ini bisa diselesaikan secara adil dan berkelanjutan,” pungkas Paisal.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post