SAMPIT – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya mempersiapkan segala sesuatunya demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polres Kotim melaksanakan diskusi lintas sektoral yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan komitmen bersama menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Kotim selama proses Pilkada.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengatakan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perwakilan dari berbagai kecamatan, dalam menciptakan situasi yang aman dan damai menjelang dan selama Pilkada berlangsung.
“Kami bersama-sama melaksanakan kegiatan diskusi lintas sektoral untuk mewujudkan Kotim yang aman dan nyaman. Selain itu, kami juga melaksanakan deklarasi damai menjelang Pilkada 2024. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kesiapan kami dalam menghadapi Pilkada serentak tahun 2024,” ujar AKBP Resky Maulana Zulkarnain. Senin, 12 Agustus 2024.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa Polres Kotim telah mempersiapkan seluruh personel dan peralatan yang diperlukan untuk mendukung kelancaran rangkaian kegiatan Pilkada. Persiapan ini dilakukan secara maksimal guna memastikan setiap tahapan Pilkada berjalan dengan lancar dan aman.
“Kami dari Polres Kotim siap secara maksimal, baik dalam hal kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan Pilkada serentak 2024. Kami juga berharap para tokoh masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan Pemilu yang aman dan damai,” tegasnya.
Pada kegiatan diskusi tersebut, Polres Kotim mengundang seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan perwakilan dari jajaran kecamatan. Harapannya, informasi yang disampaikan oleh para narasumber, termasuk dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan disebarluaskan kembali ke tingkat kecamatan maupun desa.
“Diskusi yang kami laksanakan hari ini diharapkan memberikan manfaat nyata, bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan informasi penting kepada seluruh lapisan masyarakat, hingga ke pelosok desa. Para Kapolsek juga hadir untuk memberikan masukan dan analisa terkait cara bertindak di lapangan, mengingat kondisi masyarakat kita yang beragam dan majemuk,” jelasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di tengah kondisi Kotim yang sangat heterogen. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kebersamaan meskipun memiliki perbedaan pandangan atau pilihan politik.
“Kami menyampaikan kepada para tokoh masyarakat bahwa kita boleh berbeda pendapat atau pilihan, tetapi kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan demi terciptanya Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post