SAMPIT – Warga Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digegerkan oleh insiden tragis yang menimpa salah satu warganya, Nursehan (63), yang menjadi korban terkaman buaya saat mandi pada Senin, 21 Juli 2025 sekitar pukul 05.00 wib.
Korban saat ini tengah menjalani operasi serius di RSUD dr Murjani Sampit, setelah sebelumnya mendapat penanganan awal di Puskesmas MHU. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh anak korban, Yuni, yang mengatakan bahwa ibunya telah berada di ruang operasi sejak pukul 14.00 WIB.
“Kami bawa Ibu dari Bagendang jam 07.00 pagi ke RSUD dan sempat dirawat di puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit. Tadi jam 2 siang sudah masuk ruang operasi,” ujar Yuni kepada wartawan.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, membenarkan kondisi pasien yang sedang menjalani operasi akibat luka serius.
“Benar, pasien sedang menjalani operasi cito, dan ditangani langsung oleh dr. Sulaiman sebagai DPJP,” jelas Yulia.
Pantauan di rumah sakit pada pukul 15.40 WIB, tampak keluarga korban memenuhi ruang tunggu, mulai dari anak-anak, adik kandung, hingga menantu korban, yang setia menanti proses operasi selesai.
Insiden itu terjadi untuk diketahui bahwa t korban hendak sedang mandi du tepian sungai dekat rumahnya. Tiba-tiba, seekor buaya ganas muncul dari dalam air dan langsung menerkam bagian tangan korban, lalu menyeretnya sejauh kurang lebih enam meter dari tempat awal.
Beruntung, teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang langsung datang memberikan pertolongan. Korban berhasil diselamatkan, namun mengalami luka parah, terutama di bagian tangan kanannya akibat gigitan buaya tersebut.
“Alhamdulillah korban selamat, meskipun kondisinya cukup memprihatinkan karena luka cukup parah,” ungkap Muslih.
Terkait kejadian ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pemantauan lebih lanjut.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyelidiki jejak buaya yang menyerang warga tersebut, dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar bantaran sungai.
“Kami masih melakukan investigasi. Warga kami imbau untuk ekstra waspada dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di pinggir sungai, terutama pada pagi dan sore hari,” tegas Muriansyah.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post