SAMPIT – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) kembali melepas mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Seranau, Senin 21 Juli 2025. Kegiatan pelepasan berlangsung khidmat dihadiri Camat Seranau, unsur pimpinan UMSA, para dosen pembimbing, panitia, tokoh adat, kepala puskesmas, kepala KUA, serta sejumlah perangkat desa setempat.
Ketua Panitia KKN FKIP UMSA 2025, Siti Halimah, dalam laporannya menyampaikan bahwa program KKN tahun ini diikuti sebanyak 59 mahasiswa yang berasal dari empat program studi, yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
“Kegiatan KKN ini akan dilaksanakan selama 40 hari, dimulai tanggal 21 Juli sampai dengan 31 Agustus 2025. Para mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok dan akan ditempatkan di lima wilayah, yakni Kelurahan Mentaya Seberang, Desa Seragam Jaya, Desa Batuah, Desa Terantang Hilir, dan Desa Terantang Hulu,” jelasnya, Selasa 22 Juli 2025.
Dia berharap para mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Sementara Wakil Rektor I UMSA, Hardianti Aprina, secara resmi menyerahkan mahasiswa KKN kepada pemerintah Kecamatan Seranau. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak kecamatan dan menyebut bahwa ini merupakan bentuk kerjasama yang terus terjalin baik antara UMSA dan Kecamatan Seranau.
“Ini kali kedua saya mengantarkan mahasiswa KKN ke Kecamatan Seranau. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Camat dan seluruh unsur pemerintahan di sini atas dukungan dan keterbukaannya. Semoga kehadiran mahasiswa kami dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Seranau, Dwi Kushendro, secara simbolis menerima mahasiswa dan memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta KKN. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat dan agama sebagai dasar dalam berinteraksi di tengah masyarakat.
“Saya ingin sampaikan kepada adik-adik mahasiswa, di sini kami sangat menjunjung tinggi falsafah (Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung). Artinya, saat kalian berada di tengah masyarakat Seranau, hormatilah adat istiadat setempat, bersikaplah sopan dan berbaurlah dengan baik. Hindari hal-hal yang bisa memicu kegaduhan atau ketegangan sosial,” pesannya.
Dwi Kushendro juga mengajak seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program KKN ini, serta membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan mahasiswa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa-desa menjadi peluang untuk mendorong inovasi di bidang pendidikan, sosial, hingga lingkungan.
Kegiatan pelepasan ditutup dengan penyerahan secara simbolis mahasiswa KKN kepada kepala desa masing-masing serta sesi ramah tamah antara pihak kampus dan pemerintah kecamatan. Semangat dan antusiasme terlihat dari wajah para mahasiswa yang siap mengabdi dan belajar langsung dari masyarakat.
Program KKN ini menjadi bagian penting dari implementasi tridarma perguruan tinggi, yakni pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, UMSA berharap dapat membentuk generasi pendidik yang bukan hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan mampu memberikan solusi konkret di tengah masyarakat.
(dia/matakalteng)


