SAMPIT – Tingginya minat calon peserta didik untuk bersekolah di SMA Negeri 2 Sampit terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Memasuki hari kedua pendaftaran, jumlah pendaftar di seluruh jalur telah mencapai ratusan orang dengan proses seleksi yang berlangsung relatif lancar.
Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 2 Sampit, Teguh Karyadi, mengatakan pelaksanaan pendaftaran hingga saat ini berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Meski terdapat beberapa kendala teknis, namun tidak sampai menghambat jalannya proses penerimaan.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Tidak ada gangguan yang signifikan. Paling kendalanya hanya sistem internet yang terkadang lambat untuk input data,” kata Teguh, Selasa 23 Juni 2026.
Menurutnya, tantangan terbesar justru berasal dari kesalahan administrasi yang dilakukan pendaftar saat mengisi data secara mandiri melalui sistem daring. Sejumlah peserta ditemukan salah memasukkan data penting yang menjadi syarat verifikasi.
“Yang sering terjadi itu data kartu keluarga tidak disandingkan dengan biodata rapor. Kemudian ada juga kesalahan pada Surat Keterangan Lulus (SKL), termasuk salah memasukkan nilai. Ada yang tertulis 70 atau 80 padahal tidak sesuai. Ini murni karena kurang teliti saat menginput data,” ujarnya.
Akibat kesalahan tersebut, peserta harus melakukan pencabutan berkas terlebih dahulu sebelum dapat mengulang proses pendaftaran. Panitia pun terus memberikan pendampingan agar kesalahan serupa tidak terus berulang selama masa pendaftaran berlangsung.
Teguh menilai antusiasme yang tinggi membuat sebagian calon peserta didik terburu-buru saat mengisi formulir pendaftaran. Padahal seluruh petunjuk teknis telah tersedia dan dapat dipelajari sebelum melakukan pengisian data.
“Mungkin karena terlalu semangat. Mereka ingin cepat mendaftar karena khawatir kuota penuh. Padahal petunjuk pengisian sudah tersedia dan seharusnya dibaca dengan teliti terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah pendaftar hingga hari kedua terus mengalami peningkatan. Jalur domisili menjadi jalur yang paling banyak diminati dengan sekitar 300 pendaftar. Disusul jalur prestasi yang telah menembus lebih dari 100 pendaftar, jalur afirmasi sekitar 70 pendaftar, dan jalur mutasi sekitar 30 pendaftar.
Selain tingginya jumlah peminat, pelaksanaan SPMB tahun ini juga menghadirkan sejumlah perubahan dalam mekanisme seleksi. Pada jalur prestasi, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi salah satu komponen penilaian yang dapat mendukung perolehan skor peserta.
“Kalau tahun ini ada perbedaan di sistem penilaian. Selain nilai ranking, sekarang ada tambahan nilai TKA yang bisa digunakan sebagai komponen prestasi,” ungkap Teguh.
Perubahan lain juga menyasar jalur prestasi kepemimpinan. Jika sebelumnya hanya ketua OSIS yang dapat memanfaatkan jalur tersebut, kini kesempatan serupa diberikan kepada ketua organisasi sekolah lainnya yang memenuhi persyaratan.
Dengan masih berlangsungnya tahapan pendaftaran beberapa hari ke depan, panitia berharap seluruh calon peserta didik dapat lebih teliti dalam mengunggah dokumen dan mengisi data agar proses verifikasi berjalan lebih cepat dan akurat.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post