SAMPIT – Siswi kelas XII SMKN 1 Sampit, Meliana Agustin, berhasil mengharumkan nama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan meraih Juara I Duta Baca Pelajar tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 melalui inovasi literasi bertajuk “Mahaga”.
“Jadi awal saya mendapatkan juara 1 Duta Baca tingkat provinsi itu tidak langsung, tapi ada banyak sekali tahapannya, dimulai dari seleksi di sekolah. Saya sekolah di SMK Negeri 1 Sampit kelas 12 jurusan Manajemen Perkantoran, di sana kami mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada perpustakaan di sekolah, Ibu Siti Hadijah sebagai kepala perpustakaan, lalu diadakan seleksi awal ada 10 peserta, diseleksi lagi hingga tersisa 6 orang, lalu 3 orang, dan alhamdulillah yang terpilih adalah saya sebagai perwakilan sekolah,” ujar Meliana, Senin 20 April 2026.
Ia menjelaskan, inovasi yang mengantarkannya meraih prestasi tersebut diberi nama “Mahaga”, yang dalam bahasa Dayak berarti menjaga.
“Inovasi yang saya buat adalah Mahaga, yaitu Mari Bersama Wujudkan Hebatnya Aksi Gemilang Aksara melalui Mailbox dan Literapoint,” tuturnya.
Meliana memaparkan bahwa inovasinya terdiri dari dua media utama, yakni platform digital dan media konvensional yang dikombinasikan secara kreatif.
“Media pertama adalah Literapoint, berupa website online untuk mengirimkan karya tulis siswa. Saya membuat website sehingga teman-teman bisa mengirimkan puisi, cerpen, esai, poster, bahkan surat pribadi secara online,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menghadirkan “Literabox”, sebuah kotak surat yang terinspirasi dari sistem pos tradisional.
“Literabox ini seperti kotak surat zaman dahulu, di mana teman-teman di sekolah bisa mengirimkan surat, karya tulis seperti poster, cerpen, dan lainnya. Biasanya setiap hari Jumat setelah pulang sekolah, saya menempelkan hasil karya mereka di mading sekolah, sedangkan untuk surat pribadi saya kirimkan langsung kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.
Melalui inovasi tersebut, Meliana tidak hanya berfokus pada karya digital, tetapi juga menghidupkan kembali budaya literasi melalui interaksi langsung di lingkungan sekolah. Ia juga menyusun karya tulis ilmiah berdasarkan inovasi Mahaga sebagai bagian dari penilaian lomba.
Perjalanan menuju tingkat provinsi pun tidak mudah. Setelah lolos di tingkat sekolah, Meliana melanjutkan ke tingkat kabupaten dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.
“Saya lolos antar sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur, kemudian bertanding di tingkat provinsi dengan peserta dari 11 kabupaten. Seleksi dilakukan secara online oleh pihak provinsi, termasuk presentasi inovasi dan kontribusi saya,” katanya.
Dari proses panjang tersebut, Meliana akhirnya berhasil meraih Juara I Duta Baca Pelajar Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025.
“Alhamdulillah saya terpilih menjadi juara 1, semua itu melalui tahapan-tahapan yang tidak mudah dan butuh proses,” pungkasnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi literasi berbasis kreativitas dan kolaborasi mampu mendorong minat baca sekaligus mengangkat potensi pelajar daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post