SAMPIT – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Tiariyanto, memastikan kesiapan jamaah calon haji asal Kotim untuk musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 telah mencapai 90 persen. Saat ini, para jamaah hanya menunggu distribusi koper sebelum diberangkatkan menuju embarkasi melalui Banjarmasin.
“Kalau persiapannya dari jamaah sudah boleh dibilang 90 persen, tinggal menunggu koper saja, sudah siap berangkat,” ujar Tiariyanto, Senin 20 April 2026.
Ia menjelaskan, total jamaah haji Kotim tahun ini terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 6 sebanyak 167 orang dan Kloter 19 sebanyak 4 orang. Seluruh jamaah tersebut akan diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Terkait jumlah jamaah, di Kloter 6 ada 167 orang dan Kloter 19 ada 4 orang,” ungkapnya.
Menanggapi isu konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, Tiariyanto menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap aman dan tidak terdampak situasi geopolitik. Hal tersebut berdasarkan jaminan langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
“Terkait konflik yang terjadi di Timur Tengah kemarin, sudah kita sampaikan bahwa keberangkatan haji kita ini dinyatakan aman dan tidak terpengaruh, karena Arab Saudi sudah menjamin pelaksanaan musim haji tahun 2026 tidak akan terdampak eskalasi tersebut,” tegasnya.
Untuk transportasi menuju Tanah Suci, jamaah akan menggunakan maskapai penerbangan nasional dan internasional.
“Penerbangan nanti menggunakan Garuda dan juga Saudi Air,” tambahnya.
Di sisi lain, Tiariyanto mengingatkan seluruh jamaah untuk menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal. Ia menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai bagian dari persiapan utama.
“Kami berharap sebelum keberangkatan ini jamaah tetap menjaga kesehatan, rutin olahraga, kemudian pola istirahat dan pola makan dijaga supaya nanti pada saatnya bisa tetap istiqomah ketika berangkat,” pesannya.
Dari sisi demografi, jamaah haji Kotim tahun ini didominasi oleh usia dewasa hingga lanjut usia. Jamaah tertua tercatat berusia 77 tahun, sementara yang termuda berusia 24 tahun.
“Jamaah yang paling tua dari Kotim umur 77 tahun dan yang termuda 24 tahun. Rata-rata umur jamaah kebanyakan di atas 40 sampai 45 tahun,” jelas Tiariyanto.
Ia juga mengungkapkan bahwa jamaah termuda berangkat sebagai pengganti anggota keluarga yang telah meninggal dunia, sesuai ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Untuk jamaah paling muda, dia berangkat menggantikan keluarga yang meninggal dunia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai fasilitas keberangkatan melalui embarkasi Banjarmasin yang didukung pemerintah daerah memberikan dampak positif bagi jamaah, terutama dalam mengurangi kelelahan selama perjalanan.
“Jarak yang lebih singkat menuju embarkasi melalui Banjarmasin yang difasilitasi pemerintah daerah ini sangat membantu, karena memperdekat jarak jamaah sehingga tidak terlalu kelelahan dalam perjalanan,” tuturnya.
Dengan kesiapan yang hampir rampung dan dukungan berbagai pihak, diharapkan seluruh jamaah haji asal Kotim dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post