SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar pelatihan kemahiran berbahasa Indonesia bagi 90 guru. Menariknya, sasaran kegiatan ini adalah guru-guru nonmapel bahasa Indonesia.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia para guru di luar mata pelajaran bahasa.
“Biasanya kami hanya melakukan sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia, tetapi sekarang kami tingkatkan kemahirannya. Setelah pelatihan, ternyata banyak guru yang maksud dan tujuannya benar, tapi pengucapannya salah. Harus sesuai KBBI,” ujarnya, Jumat 15 Agustus 2025.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan rencana Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia (UKBI) yang mirip dengan TOEFL untuk bahasa Inggris. Namun, pelaksanaan uji secara daring tersebut sempat tertunda karena kendala teknis dan dijadwalkan ulang pada 20 Agustus 2025.
“UKBI ini penting untuk mengetahui kemampuan guru dalam berbahasa Indonesia, khususnya bagi guru nonbahasa Indonesia,” jelasnya.
Irfansyah menegaskan, kemampuan berbahasa Indonesia yang baik pada guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah.
“Bahasa Indonesia adalah bahasa pembelajaran yang wajib di sekolah. Kalau gurunya bagus, pasti anak didiknya juga bagus,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Disdik Kotim berharap dapat memetakan kelemahan dan kekurangan guru dalam penggunaan bahasa Indonesia, sekaligus membekali mereka agar mampu menjadi teladan dalam berbahasa yang baik dan benar di lingkungan pendidikan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post