SAMPIT – Malam penuh kehangatan dan makna menyelimuti halaman SMP Negeri 1 Sampit, Jumat 18 Juli 2025 malam. Sebanyak 288 siswa baru kelas VII bersama orang tua mereka larut dalam kegiatan Welcome Night Spensa Bina Talenta, yang menjadi puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyambutan siswa baru, melainkan sebuah prosesi simbolik yang memperkuat komitmen antara pihak sekolah dan orang tua dalam membimbing dan membesarkan anak-anak di lingkungan pendidikan. Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menjelaskan bahwa momen ini merupakan bentuk penyerahan dari orang tua kepada guru sebagai orang tua kedua bagi siswa selama di sekolah.
“Welcome Night Spensa Bina Talenta merupakan puncak acara MPLS tahun 2025. Ini adalah akses prosesi simbolik orang tua menyerahkan buah hatinya ke sekolah. Dengan demikian, anak-anak memiliki orang tua ganda, ayah dan ibu di rumah, serta guru di sekolah. Di malam ini kita sepakati, kedua pihak memiliki komitmen untuk menjalin komunikasi yang sehat, langsung, tanpa perantara,” ujar Suyoso, Sabtu 19 Juli 2025.
Dia menyampaikan bahwa suasana hangat, bahagia, dan penuh perhatian dari para guru menjadi makna utama dalam penyambutan siswa baru. Rangkaian kegiatan dimulai dari pengumuman capaian MPLS, ikrar bersama seluruh siswa kelas VII sebagai siswa bertalenta, hingga prosesi pencahayaan harapan dari orang tua kepada anak-anak, sebagai simbol bahwa doa dan cinta orang tua akan selalu menyertai di manapun mereka berada.
“Puncaknya, kami adakan makan sehat bersama antara orang tua, guru, dan siswa. Ini adalah simbol bahwa di rumah anak-anak dilayani penuh kasih, dan di sekolah mereka dipantau untuk menjalani hidup sehat dan penuh semangat,” tambahnya. Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari para orang tua siswa. Elpiana Saconk, perwakilan Komite Sekolah, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh rangkaian kegiatan MPLS yang dinilai sukses dan menyentuh hati.
“Kami sangat antusias, mulai dari hari pertama sampai malam ini. Terima kasih kepada bapak ibu guru, panitia, dan kepala sekolah. Tahun depan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi. Kami sebagai komite sekolah siap mendukung dan menjembatani komunikasi antara orang tua dan sekolah demi kemajuan SMPN 1 yang jaya dan sukses selalu,” tuturnya.
Senada, Catur Santoso, wali murid kelas VII, juga mengungkapkan kebahagiaan atas diterimanya anak mereka di SMP Negeri 1 Sampit. “Kami merasa bangga dan bahagia. SMPN 1 ini kami pilih karena kami percaya mampu mengembangkan potensi anak kami secara maksimal. Welcome Night ini luar biasa, terciptanya keakraban antara murid, guru, dan orang tua, sungguh berkesan dan membuat kami merasa sangat terharu,” katanya.
Muhammad Rasid, wali murid lainnya, mengaku terkesan dengan suasana dan konsep kegiatan malam itu. “Ternyata acaranya luar biasa. Guru-gurunya juga sangat antusias dan bersemangat, begitu juga para orang tua. Ini menunjukkan bahwa SMP 1 memang punya semangat yang kuat untuk membentuk karakter anak,” ujarnya.
Rasid juga menilai kepemimpinan kepala sekolah saat ini membawa banyak gebrakan positif. “Salah satunya program peneliti muda belia yang sampai ke tingkat nasional. Anak saya tertarik ikut dalam bidang itu. Harapannya bisa membuka jalan untuk pendidikan yang lebih tinggi nanti,” imbuhnya. Chandra Junawanti, wali murid lainnya, juga mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Sampit.
“Kami merasa senang karena sekolah ini terbuka terhadap orang tua. Komunikasinya sangat baik. Kami berharap anak kami bisa mengembangkan minat dan bakatnya dan meraih prestasi seperti kakak-kakaknya yang telah lebih dulu bersekolah di sini,” ujarnya. Di sisi lain, antusiasme juga terlihat dari para siswa baru. Salah satunya, Aftar Abdillah Bagaskara, mengaku sangat menikmati pengalaman selama MPLS.
“Pengalaman saya luar biasa. Kakak-kakaknya baik, pendampingnya ramah. Saya merasa tersambut di sini,” katanya. Welcome Night Spensa Bina Talenta menjadi bukti nyata bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan nilai akademik. Lebih dari itu, ini adalah proses kolaboratif antara sekolah dan orang tua untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan percaya diri.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post