SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyerahkan piagam, piala, dan uang pembinaan kepada siswa-siswi jenjang SD yang meraih juara dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kabupaten. Para juara ini akan melaju ke tingkat provinsi mewakili Kotim.
“Kita hari ini menyerahkan piagam, piala, dan uang pembinaan kepada anak-anak kita jenjang SD yang berhasil dalam gelaran O2SN dan FLS2N tingkat kabupaten. Selanjutnya, mereka akan berlaga di tingkat provinsi. Mudah-mudahan nanti ada yang mewakili Kalimantan Tengah di ajang nasional,” ujar Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Jumat 18 Juli 2025.
Untuk mendukung pencapaian di tingkat provinsi, Disdik Kotim telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menggelar pelatihan khusus atau Training Center (TC) guna mempersiapkan mental dan kemampuan teknis para peserta.
“Kami dari Dinas Pendidikan sangat mensupport anak-anak kami. Kami juga sudah mengadakan beberapa TC lewat kepala sekolah dan bidang pembinaan SD. Mereka turut serta mendampingi dan mendorong anak-anak agar siap secara mental dan teknik,” jelasnya.
Irfansyah menambahkan, pihaknya optimistis tahun ini akan ada wakil dari Kotim yang lolos hingga tingkat nasional, sebagaimana yang pernah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.
“Harapan dan target kami, Insyaallah tetap ada yang mewakili ke tingkat nasional. Tahun lalu kalau tidak salah ada dua karya yang mewakili Kalteng, masing-masing satu dari O2SN dan FLS2N. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak lagi. Dengan kekompakan tim di BSSD, kami yakin prestasinya bisa meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lomba O2SN dan FLS2N ini bersifat berjenjang, dimulai dari tingkat sekolah, lalu kecamatan, hingga kabupaten. Proses seleksi cukup ketat karena melibatkan ratusan sekolah dasar dari 17 kecamatan di Kotim.
“Ini lomba berjenjang. Sebelumnya dimulai dari sekolah, seperti di SD 2 yang pesertanya ratusan. Setelah itu seleksi tingkat kecamatan, lalu yang terbaik mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten. Totalnya hampir 100 sekolah yang ikut terlibat,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post