SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pendidikan Dasar bagi Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Angkatan II Tahun 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PC NU Kotim ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen membangun sumber daya manusia yang berkarakter kuat secara intelektual, spiritual, dan sosial.
“Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kotawaringin Timur yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, saat membuka kegiatan, Jumat 18 Juli 2025.
Menurutnya, di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks, peran kader penggerak menjadi sangat vital. Pendidikan kader tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu keagamaan, tetapi juga proses pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan.
“Kader-kader inilah yang nantinya menjadi ujung tombak perjuangan NU di berbagai lini kehidupan masyarakat, baik dalam dakwah, sosial kemasyarakatan, pendidikan, hingga advokasi kebijakan publik yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” jelasnya.
Masri juga menegaskan peran besar NU sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga keutuhan NKRI, serta memperkuat pilar kebangsaan dengan pendekatan Islam yang ramah, moderat, dan inklusif.
“Dalam konteks lokal Kotawaringin Timur, NU telah berperan besar menjaga harmoni sosial dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkemaajuan,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Masri, menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan pendidikan kader penggerak ini. Ia meyakini bahwa investasi dalam pembangunan manusia, khususnya di bidang keagamaan dan kepemimpinan, merupakan fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadaban.
“Kami percaya, pembangunan manusia yang kuat secara moral dan spiritual adalah kunci terciptanya keadilan dan kemajuan di daerah. Karena itu, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan Kotim,” ujarnya.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh tahapan pembinaan dengan semangat dan tanggung jawab tinggi. Kegiatan ini, menurutnya, menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan, memperkuat jejaring perjuangan keummatan, serta meneguhkan komitmen untuk berkhidmat kepada umat dan bangsa.
“Bekali diri dengan ilmu, adab, dan komitmen moral. Jadikan momen ini sebagai langkah awal membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai ke-NU-an dan kebangsaan yang kokoh,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Masri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda NU, untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat tiga ukhuwah: Islamiyah, Wathaniyah, dan Insaniyah. “Mari kita rawat nilai-nilai kearifan lokal, jaga keteduhan kehidupan beragama, dan terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah kita tercinta, Kotawaringin Timur,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post