Guru di Kotim Dapat Wawasan Susun Modul yang Lebih Bermakna

SAMPIT – Workshop penyusunan bahan ajar berbasis deep learning yang digelar Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) memberikan banyak manfaat bagi para peserta. Guru-guru tak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga langsung siap mengimplementasikan pembelajaran bermakna sesuai Kurikulum Merdeka.

Salah satu peserta, Agnes Arjani Puspaningrum dari SD Negeri 2 Pelangsian Kecamatan Seranau mengungkapkan bahwa workshop ini sangat membuka wawasan guru dalam menyusun tujuan pembelajaran.

Baca juga berita lainnya

“Manfaat yang kami peroleh tentu sangat banyak. Salah satunya kami jadi mengetahui bagaimana menyusun tujuan pembelajaran yang baik, yaitu dengan unsur A-B-C-D-nya,” ujarnya, Selasa 6 Mei 2025.

Ia menambahkan, workshop ini juga menjelaskan dengan detail bagaimana penerapan deep learning di kelas agar sesuai dengan arah transformasi pendidikan nasional.

“Setelah mengikuti workshop, tentu kami akan menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh narasumber, yaitu membuat modul ajar berbasis deep learning, sehingga pembelajaran di sekolah dapat maksimal,” lanjutnya.

Agnes juga menilai bahwa sistem pembelajaran saat ini terasa berbeda dibanding program sebelumnya.

“Sekarang ini lebih menekankan pada pembelajaran yang joyful, meaningful, dan mindful. Jadi pembelajarannya lebih bermakna dan mendalam, sehingga peserta didik bisa lebih memahami dan memaknai proses belajar itu sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, narasumber workshop Nini Sumarni dari SMK Negeri 1 Kota Besi menyampaikan materi tentang perancangan assessment untuk mendukung deep learning.

“Kami menyampaikan bagaimana merancang assessment pembelajaran mendalam untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ini penting agar guru tahu cara mengukur sejauh mana capaian peserta didik,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi antusiasme para peserta dalam kegiatan ini sejak awal hingga akkhir.

“Luar biasa. Bapak ibu guru sangat antusias, tidak henti-hentinya bertanya dan saling memberi masukan. Kolaborasi ini membuat pemahaman mereka tentang bagaimana merancang assessment yang tepat jadi semakin kuat,” katanya.

Menurut Nini, pemahaman peserta terlihat makin dalam saat mereka mulai memahami cara menyusun rubrik dan menyampaikan instruksi yang jelas dan efektif.

“Itu semua kunci supaya tujuan pembelajaran bisa benar-benar tercapai,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

ad-space

Nextpan>

Disdik Kotim Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Kini Jadi Fondasi Pendidikan

Disdik Kot=fa fa-share">ct"><-o/div>< Senii J11/p>

Ia6/div>

Nextpan>

Upacara Peringatan Tiga Momentum Nasional Jadi Pengingat Pentingnya Sinergi Pembangunan

Upacara Pe=fa fa-share">ct"><-o/div>< Senii J11/p>

Ia6/div>

Nextpan>

ct"><-o/div>< Senii J11/p>

Ia6/div>

Nextpan>

ct"><-o/div>< Senii J11/p>

Ia6/div>

Lag"aM_2o/div>