SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) tengah menggelar workshop penyusunan bahan ajar berbasis deep learning bagi guru kelas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan teknologi yang lebih dalam dan aplikatif.
“Masih ini hari kedua kita melaksanakan workshop pembuatan bahan ajar berbasis deep learning, sesuai program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulumnya tetap Kurikulum Merdeka, hanya ada pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning,” jelas Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Selasa 6 Mei 2025.
Ia menjelaskan, workshop ini diikuti oleh 54 peserta dari kalangan guru kelas, yang akan dibagi dalam beberapa angkatan. Dalam waktu mendatang, kegiatan serupa juga akan diperluas ke mata pelajaran lainnya, termasuk Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Jasmani.
“Harapannya nanti para guru ini bisa membawa bahan ajar ke sekolah masing-masing, lalu menularkannya ke guru-guru lain tentang pembelajaran secara deep learning,” tambahnya.
Irfansyah juga menyampaikan bahwa meskipun ada perbedaan antara modul ajar sebelumnya dengan yang baru, secara umum tidak terlalu signifikan.
“Bahan ajarnya hampir mirip, hanya sekarang semuanya berbasis teknologi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kotim, Edi Sucipto, menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan Kelompok Kerja Guru (KKG).
“Hari ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam 18 kelompok kerja guru dari empat kecamatan, yaitu Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Seranau, dan Kota Besi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pembelajaran berbasis deep learning menekankan pada tiga aspek utama.
“Pertama, siswa bisa memahami. Kedua, mampu mengimplementasikan. Dan ketiga, bisa merefleksikan. Jadi bukan hanya gurunya, tapi siswa juga dituntut berkolaborasi aktif dalam proses ini,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Disdik Kotim berharap dapat mendorong peningkatan kompetensi guru secara menyeluruh dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual di era digital.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post