SAMPIT – Tumbuh dari keterbatasan, SMP Negeri 9 Sampit kini genap berusia 21 tahun. Perjalanan panjang dari menumpang di SDN Baamang Hulu hingga memiliki gedung sendiri di Jalan Cilik Riwut Km 5,5 dirayakan meriah lewat reuni alumni, potong tumpeng, dan berbagai kegiatan, Kamis 24 April 2025.
“Kalau manusia, usia 21 tahun adalah awal kedewasaan. Dan sekolah ini telah membuktikan kematangannya dalam mendidik,” kata Herman Yudianto, Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Kamis 24 April 2025.
Ia mengapresiasi semangat sekolah yang terus hidup meski lahir dari kondisi serba terbatas.
Sementara itu, Kepala sekolah Jelita menyebut perayaan ini bukan hanya soal seremonial.
“Ini wujud cinta para alumni. Mereka kembali, bukan hanya membawa kenangan, tapi juga semangat baru untuk kemajuan sekolah,” ucapnya.
Bagi Mahendra Fajar, salah satu alumni, kembali ke sekolah seperti menyusuri lorong waktu.
“Kami dulu belajar di tengah kebun nanas, jauh dari hiruk-pikuk kota. Tapi semangat kami tidak pernah kecil,” katanya mengenang masa lalu yang penuh kesederhanaan.
Acara puncak ditutup dengan kehadiran para kepala sekolah terdahulu, termasuk pendiri pertama, Semiansyah. Potong tumpeng jadi simbol syukur atas perjalanan panjang yang kini berbuah prestasi dan kebanggaan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post