SAMPIT – Peringatan hari Guru Nasional tahun 2024 sekaligus hari ulang tahun PGRI ke 79 di SMPN 1 Suling Tambun, diwarnai denggan berbagai rangkaian acara yang dihadiri oleh guru dan murid dari jenjang SMP dan SMA di Kecamatan Suling Tambun.
Peringatan yang dilaksanakan di lapangan SMP Negeri 1 Suling Tambun diawali dengan upacara peringatan hari guru yang berlangsung khidmat dengan dinyanyikannya lagu Hymne guru dan terima kasih guruku, membuat guru dan murid hanyut dalam nuansa sedih ketika lagu dinyanyikan.
Tri Hermanto selaku pembina upacara menyampaikan kutipan Ki Hajar Dewantara yang mengatakan “Jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap orang sebagai guru”.
“Bahwa kita semua dapat belajar dimanapun dan dengan siapapun, mulai dari hal-hal kecil sampai dengan hal besar, karena belajar tidak mengenal batasan baik usia ataupun jenjang,”ujarnya, Selasa 26 November 2024.
Setelah upacara selesai dilaksanakan, acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan tarian dari siswa-siswi SMP, dan semakin semarak serta meriah dengan persembahan lagu khas dayak yang dinyanyikan oleh siswa SMP Negeri 1 Suling Tambun dan SMA Negeri 1 Suling Tambun.
Pada kegiatan ini turut hadir fasilitator PGP daerah Khusus (DASUS) angkatan 11 Kabupaten Seruyan yakni Kiky Cintia, yang memfasilitasi 2 orang guru di wilayah itu yang sedang melaksanakan Pendidikan Guru Penggerak Daerah Khusus (DASUS) yakni Toto Widyanto dan Tri Hermanto.
“Melihat proses pembelajaran yang dilakukan dan program BAGJA sekolah yang sudah dibuat, saya mengapresiasi program kreatif yang dilaksanakan oleh kedua guru tersebut selama di sekolah,”ucapnya.
Disamping suasana haru itu, dalam peringatan hari Guru Nasional 2024 ini juga, diharapkan menjadi momentum peningkatan kesejahteraan guru, khsusunya guru-guru di SMP Negeri 1 Suling Tambun.
“Seperti kata Menteri Pendidikan dasar dan menengah bahwa guru akan mendapatkan kesejahteraan melalui sertifikasi, tetapi dalam perjalanannya untuk daerah 3T (terpencil, terluar, terdepan) juga mendapatkan tunjangan daerah khusus (TDK),”ucap salah seorang guru di wilayah itu, Toto Widyanto.
Namun diketahui, guru-guru di SMP Negeri 1 Suling Tambun selama 5 tahun ke belakang tidak lagi mendapatkan tunjangan tersebut, padahal dengan akses dan sarana prasarana yang terbatas dan masih berada di daerah 3T, guru di daerah ini harusnya masih mendapatkan tunjangan itu.
Dirinya mengatakan, bahwa mereka tidak lagi menerima TDK selama 5 tahun ini, padahal sekolah-sekolah lain yang berada di desa yang lokasinya berada lebih dekat dari sekolah mereka masih mendapatkan tunjangan tersebut.
“Sementara kami yang berada jauh malah dihapuskan. Padahal saat ini SMP Negeri 1 Suling Tambun yang terletak di Desa Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, masih belum teraliri listrik oleh PLN dan Sinyal yang masih sulit, serta akses jalan yang masih ektrim bahkan jauh dari ibu kota kabupaten,” bebernya.
Toto berharap agar hal ini dapat diperjuangkan oleh Dinas Pendidikan setempat ataupun Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah agar dapat menaruh perhatian lebih untuk guru-guru di Desa Tumbang Langkai.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post