SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah mengaku gembira melihat anak-anak melakukan permainan tradisional, khususnya dalam kegiatan yang diselenggarakan SMP Negeri 1 Sampit.
“Mereka melaksanakan sekolah sehat yang dibarengkan dengan permainan ataupun olahraga tradisional. Saya sangat gembira menyaksikan kegiatan anak-anak didik ini, mudah-mudahan mereka generasi Z dan generasi milenial lebih menyukai permainan tradisional,”ujarnya, Sabtu 16 November 2024.
Lanjutnya, perlu diketahui bahwa banyak permainan tradisional yang merupakan identitas asli orang Indonesia. Sehingga melalui satuan pendidik sebagai mediator pelestarian budaya, diharapkan bisa meningkatkan semangat belajar peserta didik terhadap permainan tradisional sekaligus mengurangi dampak banyak kegiatan bermain handphone.
“Karena permainan yang menarik tidak hanya ada pada gadget, namun juga permainan tradisional. Seperti kelereng hingga main petak umpet yang bisa dimainkan secara berkelompok. Sehingga bisa mengurangi ketergantungan mereka dengan gadget,” Ategasnya.
Disamping itu, dirinya mengapresiasi SMP Negeri 1 Sampit yang telah melaksanakan kegiatan gerakan sekolah sehat. Agar menjadi awal untuk diikuti sekolah lainnya yang ada di Kotim untuk mempertegas aksi proyek perubahan.
Terpisah, Wakil Kepala SMPN 1 Sampit Yuli Karyati mengungkapkan, dalam rangka Gerakan Sekolah Sehat pihaknya menggelar kegiatan sehat fisik dan sehat bergizi.
Diantaranya pada 13 November 2025 sekolah mengadakan acara Sarapan Bersama. Yang mana peserta didik diminta membawa bekal sarapan sehat dan minum air putih dalam tumbler dari rumah. Bekal berisi makanan berat dengan gizi seimbang.
“Kemudian pada Jumat tanggal 15 November 2024 sekolah mengadakan acara sehat fisik berupa Kegiatan Permainan Tradisional. Sekaligus, peserta didik juga diminta membawa makanan berat dengan gizi seimbang dan air putih di tumbler,”bebernya.
Tambah Yuli, pada kegiatan permainan tradisional, komite kelas menyiapkan kue tradisional di tambah yang akan dinikmati peserta didik, wali kelas, dan perwakilan komite kelas.
“Komite kelasp juga menyiapkan 4 hadiah untuk pemenang permainan tradisional. Hadiah berupa alat tulis yang akan dibagikan kepada kelas masing masing,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post