SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah menyampaikan, agar satuan pendidikan melakukan pengembangan satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah wilayah kecamatan, kabupaten Kotawaringin Timur.
“Di sini penekanannya pada pencegahan, kalau penanganan memang harus perlu orang yang ahli menanganinya. Agar jangan sampai pelaku bullying menjadi korban bullying juga,”ujarnya, Sabtu 16 November 2024.
Sementara untuk penanganan lanjutnya, akan ada step by step yang perlu tenaga profesional di bidangnya. Untuk itu satuan pendidikan memiliki peran stratgeis dalam upaya pencegahan, salah satunya melalui ikrar komitmen semua warga sekolah.
“Mungkin tahun depan kita ada bimtek-bimtek tentang pencegahan, karena pencegahan itu adalah yang pertama harus dilakukan. Apalagi zaman ini, memasuki dunia digital yang mana banyak media sosial menjadi wadah anak-anak berkomunikasi dan mencari informasi,”ucapnya.
Sehingga tambahnya, tidak jarang anak-anak didik bisa menirukan hal-hal yang tidak baik di media sosial, baik dari bahasa yang kurang bagus didengar maupun perlakuan kurang baik.
“Maka dari itu tindakan pencegahan penting, terutama bapak ibu kepala sekolah diharapkan melakukan tindakan pencegahan dengan cara memetakan terlebih dahulu daerah-daerah rawan terjadi kekerasan. Yaitu antara saat masuk dan keluar sekolah,”bebernya.
Menurutnya, berdasarkan pengamatan yang paling banyak terjadi pada saat pulang sekolah serta jam kosong pelajaran. Sehingga tak hanya peram sekolah, orang tua juga diminta bekerja sama dalam pencegahan.
“Karena dalam sekolah kemungkinan kecil sekali terjadi, kecuali memang tidak ada gurunya. Sangat diharapkan komitmen kita bersama agar lebih baik dan bisa tetap saling menjaga serta orang tua juga kami harapkan ikut berpartisipasi. Sehingga tidak hanya di sekolah saja dilakukan edukasi, namun juga di sekitar rumah dan keluarga,”ungkapnya.
Apalagi lanjutnya, waktu anak paling banyak berinteraksi di di rumah. Untuk itu perlu disadari, pendidikan adalah tanggung jawab semua. “Keberhasilannya yang menikmati adalah orang tua, bukan sekolahnya. Maka harus saling menjaga dan pengertian,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post