SAMPIT – Program guru penggerak saat ini menjadi salah satu program yang tengah gencar dilaksanakan di bidang pendidikan, khususnya untuk penerapan implementasi kurikulum merdeka. Salah satunya di kabupaten Kotawaringin Timur untuk program guru penggerak sendiri sudah mencapai angkatan 11.
“Saat ini di Kotim sudah ada 168 total guru penggerak yang sudah ada, baik yang sudah lulus maupun yang berjalan. Kita sudah ada pada angkatan ke 11 jadi angkatan ke-4 angkatan ke-7, 9, 10 dan 11,”kata Kabid GTK Dinas Pendidikan Kotim, Edie Sucpito, Minggu 29 September 2024.
Menurutnya, saat ini yang sedang berlangsung adalah Lokakarya guru penggerak angkatan 10 pada Lokakarya 5, yang mana setiap Lokakarya mereka selalu melaksanakan modul-modul yang memang sudah terschedule dengan rapi dari pihak Kementerian.
“Ada teori, praktek dan permainan. Setiap Lokakarya selalu dibedakan dengan sebelumnya, guru penggerak ini mereka terbagi dua, ada calon guru penggerak yang nanti akan dibimbing oleh pengajar praktek kemudian pengajar praktek itu mereka dibimbing oleh fasilitator untuk mengajak prakteknya,”jelas Edie.
Untuk itu lanjutnya, saling kolaborasi sehingga memang tersusun secara rapi mekanisme dan scadule yang memang dari pihak Kementrian.
“Dari kegiatan ini sendiri kita harapkan dari para peserta, pertama tentu kita ingin para peserta setelah selesai ini tidak hanya bisa berkreativitas hanya di satuan pendidikan masing-masing tetapi juga kita maunya adalah bagaimana mereka bisa mengimbaskan ke kawan-kawan yang lain,”tegasnya.
Yaitu tidak hanya di sekolahnya tapi juga melalui komunitas-komunitasnya yakni komunitas belajar yang ada pada Kelompok Kerja Guru (KKG) kalau di SD dan SMP.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post