SAMPIT – Sebagai langkah pencegahan terjadinya kekerasan di sekolah terutama bullying yang saat ini tengah marak terjadi, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur menyampaikan nantinya untuk satuan tugas pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah tidak hanya dibentuk pada satuan pendidikan namun juga akan ada satuan tugas serupa di tingkat kecamatan.
“Memang masalah bullying ini tidak hanya di Kabupaten Kotim saja namun hampir di seluruh Indonesia. Maka dari itu Kemendikbud Ristek telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 46 tahun 2023 tentang tim pencegahan dan penanganan tindakan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan,”ujarnya, Minggu 29 September 2024.
Sehingga lanjutnya, setiap sekolah wajib membuat Satgas untuk penanganan tindakan kekerasan salah satunya adalah bullying. Meski memang masih belum berjalan dengan efektif, lantaran baru 2023 dibentuk dan 2024 akan dilakukan evaluasi untuk percepatannya.
“Kami nanti juga akan mengadakan pelatihan kepada guru-guru yang memang menangani kekerasan di sekolah, khususnya yang masuk dalam Satgas tersebut. Jadi nanti di tingkat kabupaten juga ada satgasnya selain di sekolah dan di kecamatan,”bebernya.
Tambahnya, dalam program episode ke-25 merdeka belajar tentang satuan tugas penanganan dan pencegahan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah ini dijelaskan bahwa pencegahan terlebih dahulu dilaksanakan.
“Jadi bukan penanganan, makanya namanya pencegahan dan penanganan. Nah jadi dicegah dulu kalau untuk penanganan itu nanti ada orang-orang yang ahlinya menangani. Karena kadang-kadang korban bullying itu bisa juga jadi pelaku bullying, atau pelaku bisa juga jadi korban,”ucapnya.
Sehingga kata Irfan, harus ada tindakan penanganan yang memang profesional agar jangan sampai pelaku bullying menjadi korban bullying lagi.
“Makanya kami menggandeng Perlindungan Anak ada pihak-pihak Njo atau LSM yang memang peduli dengan pendidikan anak, ataupun nanti dengan lembaga-lembaga adat untuk bekerja sama. Semoga di Kotim bisa kita kurangi,”imbuhnya.
Apalagi lanjutnya, terkadang antara candaan dan bullying itu beda tipis. Sehingga bisa mengakibatkan anak kena mental.
“Itu yang berbahaya, karena tidak hanya di TK saja di SD dan SMP sekarang sampai ke mahasiswa juga ada kasusnya. Bahkan yang beratnya sampai ada guru juga yang kena bullying. Makanya lingkungan pendidikan ini akan sangat berpengaruh terhadap karakter anak,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post