SAMPIT – Pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan melaksanakan Gebyar Merdeka yang melibatkan seluruh kecamatan dan akan menampilkan karya-karya terbaik peserta didik yang ada di Kotim mewakili masing-masing dari 17 kecamatan.
“Untuk tingkat kabupaten, biasanya dari Provinsi akan ada hasil karyanya per kecamatan di ambil. Rencana kami tahun ajaran depan mungkin dari 17 kecamatan yang ada di Kotim akan menampilkan satu-satu yang mana unggulan-unggulan di daerah mereka, yakni hasil dari seleksi masing-masing kecamatan pada tahun ajaran 2025/2026,”kata Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, Kamis 1 Agustus 2024.
Hal itu belum bisa dilakukan pada tahun 2024 lanjutnya, lantaran penerapan kurikulum merdeka belajar ini menjadi kurikulum nasional baru pada tahun 2024, sehingga belum semua sekolah melaksanakan gelar karya atau projek penguatan profil pelajar pancasila (P5).
“Karena pada masa transisi kemarin masih ada sebagian yang menggunakan kurikulum 2013 dan sebagian kurikulum merdeka, sedangkan pada 2024 ini semua sudah wajib menggunakan kurikulum merdeka, jadi bisa dipastikan akan ada karya-karya dari siswanya di setiap sekolah,”ujarnya.
Sehingga tambah Irfan, Gebyar Merdeka akan digelar tahun depan setelah semua sekolah pada 2024 ini menerapkan kurikulum yang sama.
Dimana ujarnya, Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan P5 merupakan dua elemen penting dalam pendidikan di Indonesia saat ini. IKM memberikan ruang bagi sekolah untuk merdeka dalam mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan konteks masing-masing, sedangkan P5 berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa yang sejalan dengan profil pelajar Pancasila.
“P5 merupakan salah satu komponen inti dalam IKM. P5 dirancang untuk memperkuat upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila. P5 tidak terintegrasi dalam pembelajaran setiap mata pelajaran, melainkan memiliki porsi khusus dalam alokasi jam mata pelajaran,”jelasnya.
Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka dengan belajar dari teman, guru, dan bahkan tokoh masyarakat sekitar.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post