SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah menyampaikan, bahwa kemampuan literasi dan numerasi dibangun secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan.
“Untuk itu sekolah harus melakukan observasi awal untuk memetakan bahwa anak ketika siap sekolah bukanlah upaya pelabelan antara anak yang sudah siap atau belum siap sekolah, melainkan siap adalah sebuah proses yang harus dihadapi oleh satuan pendidikan terutama juga para orang tua,”ujarnya, Selasa 2 Juli 2024.
Ia menekankan kepada satuan pendidikan bahwa ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan ketika melakukan penerimaan peserta didik baru yakni adanya miskonsepsi pembelajaran pada PAUD ke SD yang berfokus pada calistung.
“Transisi PAUD ke SD harus berjalan mulus agar proses belajar dan mengajar di PAUD dan SD kelas awal selaras dan berkesinambungan, Fondasi harus dibangun secara holistik karena setiap anak memiliki hak untuk dibina,”tegasnya.
Hal itu lanjutnya, agar bisa mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, bukan hanya kemampuan kognitif melainkan juga kematangan emosi, kemandirian dan kemampuan berinteraksi anak karena Implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar adalah karakter profil pelajar pancasila.
“Sejalan dengan arahan Kemendikbud, tenaga pendidik yang berasal dari sekolah penggerak pun, juga harus menekankan kepada implementasi praktik baik yang dilakukan di satuan Pendidikan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post