SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) M Irfansyah menyebutkan, puluhan sekolah di Kotim mengajukan renovasi yang diajukan melalui data pokok pendidikan (Dapodik) pada tahun 2024 ini terutama satuan pendidikan SMP, SD dan TK dibawah naungan Dinas Pendidikan.
“Namun tidak semua usulan itu bisa kita realisasikan mengingat anggaran yang terbatas. Jadi yang mengajukan usulan kita jaring lagi sesuai tingkat kerusakannya untuk menjadi skala prioritas direnovasi,”kata Irfan, Minggu 28 April 2024.
Lanjutnya, skala prioritas renovasi melihat dari kebutuhan sekolah itu sendiri. Mengingat anggaran tidak hanya difokuskan lada dikdas sana namun juga bidang lain yakni Bidang Ketenagaan dan Kebudayaan dan Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF).
“Sehingga renovasi dilakukan secara bertahap, tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dan gedung sekolah tidak layak ada yang direnovasi berat dan sedang. Sepanjang alokasi anggaran yang diusulkan itu disetujui kegiatan renovasi gedung sekolah akan berlangsung lancar dan berkesinambungan,”ungkapnya.
Menurutnya, semua juga tergantung pada kebijakan pusat. Menurutnya, anggaran yang diperuntukkan bagi dunia pendidikan memang cukup besar, namun 70 persen diperuntukkan bagi kesejahteraan guru dan operasional personel, seperti TPP, gaji honorer, tunjangan kinerja daerah (TKD) dan termasuk insentif guru-guru swasta pun termasuk di dalamnya. Untuk itu anggaran renovasi sekolah terbatas dan harus bertahap.
“Salah satu sekolah yang akan direnovasi tahun ini adalah SDN 2 Ramban, yang berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim. Yang mana sekolah itu sejak awal pembangunan pada tahun 2009 belum pernah dilakukan perbaikan. Bahkan pemerintah Kotim sudah menganggarkan Rp 198 juta untuk perbaikan sekolah itu pada tahun ini,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post