SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) harapkan, perkelahian pelajar tidak terulang kembali khususnya di Kotim. Hal itu disampaikan menanggapi beredarnya video perkelahian pelajar yang diduga terjadi di SMA PGRI 2 Sampit pada Jumat lalu 19 Mei 2023.
“Saat ini kami belum mengecek, karena baru tahu informasinya. Nanti akan saya cek dulu ke kepala sekolahnya melalui kabid sekolah yang ada di Disdik,” kata Plt Kepala Disdik Kotim, Irfansyah, Sabtu 20 Mei 2023.
Menurutnya, meski kewenangan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas adalah wewenang Disdik Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), namun pihaknya juga bertanggung jawab merawat pendidikan di Kotim agar berjalan dengan lancar dan aman.
“Terutamanya perkelahian pelajar ini termasuk kenakalan remaja dan bisa merusak moral anak bangsa, apalagi dalam video yang beredar itu ada pelajar yang sampai membawa benda tumpul (kayu), ini sudah sangat memprihatikan terlebih terjadi dalam lingkungan sekolah,” ucapnya.
Berkaitan dengan hukuman, Irfansyah menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah dan berharap hukuman yang diberikan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku terutama agar jangan sampai mengulangi hal itu kembali di kemudian hari.
“Hendaknya juga hukuman yang diberikan itu disampaikan langsung kepada wali atau orangtua peserta didik yang bersangkutan, karena tentunya peran orang tua juga sangatlah penting untuk membentuk karakter anak,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post