SAMPIT – Untuk mewujudkan tujuan pendidikan saat ini yaitu siswa merdeka belajar, maka diperlukan pondasi yang kuat untuk melakukannya. Salah satunya melalui program sekolah penggerak (PSP) yang sudah mulai diterapkan disejumlah sekolah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) Susiawati melalui Kepala Bidang Kurikulum dan Pembinaan SMP Suyoso mengatakan, perubahan dunia pendidikan akan dimulai dengan keberadaan sekolah penggerak di semua daerah, tidak terkecuali Kotim.
“Sekolah penggerak ini mempunyai komponen-komponen utama yang dapat menciptakan siswa merdeka belajar. Pertama adalah peran dari kepala sekolah. Kepala Sekolah tidak lagi sibuk dengan urusan administrasi, namun juga ikut memahami pembelajaran siswa,” ujarnya, Senin 8 Agustus 2022.
Kepala sekolah juga, lanjutnya, turut membantu dan mendorong para guru untuk berkembang, terutama dalam hal kemampuan mengajar. Sehingga ketika mengalami permasalahan dalam menjalankan tugas, Kepala Sekolah dapat memberikan solusi terbaik. Selain itu, komponen yang juga tidak kalah penting adalah guru.
“Guru tidak lagi mengacu pada penuntasan kurikulum, namun mengajar sesuai target kemampuan siswanya. Untuk itu diperlukan guru yang mampu memahami dan memodifikasi kurikulum nasional untuk disesuaikan dengan keadaan siswa,” jelasnya.
Tambahnya, capaian kemampuan siswa juga menjadi komponen utama dalam sekolah penggerak. Kemampuan hasil belajar siswa harus meningkat serta memiliki 6 karakter pelajar Pancasila, yaitu berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, gotong royong, serta kebhinekaan.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post