SAMPIT – Sebanyak 138 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sampit diwisuda pada 7 November 2024. Dalam wisuda kedua ini, 138 mahasiswa tersebut dari dua fakultas. Yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan sebanyak 67 orang dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 71 orang.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas, pada tahun 2024 ini kita menerima akreditasi sementara dengan predikat Baik dan saat ini berproses untuk sertifikat akreditasi,”kata Rektor Universitas Muhammadiyah Sampit, Ramadansyah, Kamis 7 November 2024.
Menurutnya, di akhir November 2024 pihaknya akan kedatangan penilaian akreditasi Universitas Muhammadiyah Sampit beserta prodi-prodinya juga akan terakreditasi.
“Saat ini dengan banyaknya perguruan tinggi menjadi pilihan bagi siswa yang ingin kita melanjutkan ke jenjang pendidikan Strata 1, dan sebab itu Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan mutu kualitas pendidikan,”tegasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, saat ini ada beberapa dosen Universitas Muhammadiyah Sampit yang sudah menempuh jenjang pendidikan S3 dan ada satu orang yang hampir mencapai nilai akreditasi yang diharapkan bisa menjadi guru besar di Universitas Muhammadiyah Sampit yaitu Dr Fatimah.
“Dengan antusias pertambahan jumlah mahasiswa setiap tahun, tentunya membuat Kami bangga dan bahagia. Tetapi juga memikirkan sarana dan prasarana kampus, yang mana saat ini kampus kita ada kampus 1 yaitu di Ki Hajar Dewantara ada dua fakultas dan kampus 2-nya di Jalan Pramuka yaitu fakultas kesehatan,”sebut Ramadansyah.
Dikatakannya, dengan perkembangan jumlah mahasiswa, pihaknya juga berupaya untuk menambah sarana dan prasarana, termasuk laboratorium karena juga memiliki agribisnis.
Sementara untuk teknologi informasi berupa laboratorium komputer sudah lengkap dimiliki termasuk untuk S1 gizi. Bahkan pihaknya juga telah melengkapi persyaratan untuk mewujudkan S1 kebidanan.
“Karena informasinya 2026 bidan harus S1 dan profesi. Insya Allah Universitas Muhammadiyah Sampit menyiapkan itu,”ungkapnya.
Tambah Ramadan, dengan seluruh upaya tersebut pihaknya telah berhasil meluluskan 138 wisudawan dan wisudawati pada angkatan kedua ini dengan harapan para wisudawan selalu rendah hati, berintegritas dan berperan aktif dalam menciptakan perubahan positif di masyarakat.
Sementara itu Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah melalui Sekretaris 2 Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Dr Muhammad Samsudin menyampaikan, Muhammadiyah ingin mewujudkan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh karena itulah komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan sampai sekarang ini terus dilakukan dengan memiliki 163 universitas dan satu universitas yang berada di luar negeri yaitu universitas Muhammadiyah Malaysia.
“Sudah tidak diragukan lagi sejak sebelum Indonesia merdeka sampai sekarang ini, Muhammadiyah menggeluti hal seperti itu bukan saja untuk orang Muhammadiyah tapi untuk semuanya. Bahkan di kawasan Timur Indonesia hampir 70% lebih mahasiswa Muhammadiyah itu dari kalangan non muslim,”bebernya.
Lebih lanjut menurutnya, setiap tahun Muhammadiyah seluruh Indonesia menerima mahasiswa kurang lebih 216 ribu mahasiswa seluruh Indonesia. Yang artinya setiap tahun pula lulusan dari perguruan tinggi Muhammadiyah juga sekitar 216 ribu, oleh karena itulah setiap tahun benih-benih yang ditanamkan Muhammadiyah hadir dalam kebaikan.
“Tantangan ke depan tidaklah mudah, tidaklah seperti para sarjana yang lulus 10 tahun yang lalu. Setap tahun saja di era masyarakat 4.0 ini selalu menghadapi tantangan yang sangat berat, era di mana IT harus berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan,”ucapnya.
Menurutnya, dalam praktek kehidupan banyak hal yang nanti akan dihadapi sebagai sebuah tantangan. Sehingga para sarjana harus bisa menempatkan diri dalam kehidupan yang lebih kompleks.
Terpisah, Kepala LL Dikti wilayah 11 Kalimantan Dr drs Muhammad Akbar mengatakan, Ia menitip pesan dalam suasana yang sangat berbahagia ini bahwa keberhasilan para sarjana melewati satu tahapan pendidikan, merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan.
“Sehingga mari bersama-sama merenungkan kembali di balik kegembiraan kita, kita harus membuktikan diri bahwa seorang sarjana yang telah menempuh pendidikan tinggi terdapat perbedaan dengan orang yang tidak pernah menjalani pendidikan tinggi,”tegasnya.
Perbedaan yang sangat menonjol lanjutnya, adalah kemampuan atau kebiasaan yang selalu dilandasi oleh dasar yang disebut dengan kaidah-kaidah ilmiah. Dalam segala aspek kehidupan seorang sarjana atau seseorang yang pernah menjalani tahapan perkuliahan akan mampu menerapkan kaidah ilmiah yaitu kejujuran, kedisiplinan dan selalu menggunakan data serta fakta ketika ingin menyampaikan sesuatu atau ingin mengambil kesimpulan tentang sesuatu.
“Sehingga inilah yang menjadi modal dasar dan utama seorang sarjana untuk mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak. Terutama ketika ingin mendapatkan kepercayaan di dunia pekerjaan, dan ini sangat menentukan karir seseorang di masa-masa yang akan datang,”tutupnya.
Diketahui, acara wisuda kedua Universitas Muhammadiyah Sampit tersebut meliputi Program Sarjana S1 dan program Diploma 3 sekaligus pengambilan sumpah janji bidan dan pelantikan ahli madya Kebidanan tahun 2024.
Universitas Muhammadiyah Sampit hadir setelah perjalanan panjang melalui hasil penggabungan STKIP Muhammadiyah Sampit dan Akbid Muhammadiyah Kotim yang hadir dengan kampus yang penuh inovasi demi terciptanya Insan masa depan bangsa.
Universitas Muhammadiyah Sampit memiliki visi sebagai kampus terkemuka di kabupaten Kotawaringin Timur, unggul dalam pengembangan Iptek yang berlandaskan dengan Islam di Kalimantan Tengah pada tahun 2027.
Universitas Muhammadiyah Sampit memiliki 3 fakultas dan 9 program studi diantaranya Prodi Bimbingan Dan Konseling, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, D3 Kebidanan, S1 Giji, S1 Informatika, dan S1 Agribisnis.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post