SAMPIT – Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA) menjamin lulusan mereka pada saat lulus sudah bisa langsung membuka praktik bidan secara mandiri, khususnya untuk mahasiswa yang mendalami ilmu pengetahuan di fakultas kesehatan, program studi kebidanan.
“Karena di UMSA ini sebelum mengikuti yudisium atau jenjang pra wisuda, mereka harus mengikuti uji kompetensi terlebih dahulu. Itu dilakukan secara nasional di Indonesia. Setelah dinyatakan lulus baru bisa mengikuti yudisium lalu wisuda,” kata Rektor UMSA, Ramadansyah, Kamis, 15 Februari 2024.
Ia juga mengatakan, Meski uji kompetensi tersebut dilakukan secara nasional atau seluruh Indonesia, namun rata-rata kelulusan mahasiswa dari UMSA mencapai 90 persen lebih setiap tahunnya.
“Begitu wisuda, mereka langsung diambil sumpah kebidanan dan resmi menjadi bidan serta difasilitasi kampus sampai terbit Surat Tanda Registrasi (STR) nya. Sehingga setelah lulus sudah bisa langsung membuka praktik sendiri atau praktik di puskesmas,” ujarnya.
Tambahnya, selama ini penerbitan STR kerapkali menjadi keluhan karena terlalu sulit dan memakan waktu lama. Akan tetapi bagi mahasiswa UMSA hal ini menjadi lebih mudah karena difasilitasi langsung oleh kampus sampai STR tersebut terbit.
“Bahkan saat ini sudah menggunakan STR seumur hidup. Yaitu STR seumur hidup bagi Tenaga Medis (Named) dan Tenaga Kesehatan (Nakes). Dan khususnya untuk lulusan D3 kebidanan ini biasanya harus mengambil pendidikan profesi terlebih dahulu baru bisa melakukan praktik kebidanan, hal ini juga akan difasilitasi langsung sebelum mereka semua wisuda,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2019, bidan dapat berpraktik mandiri setelah mengambil pendidikan profesi. Juga harus mengantongi izin dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB). Inilah pentingnya melanjutkan pendidikan profesi bidan agar peluang kerja bidan semakin luas.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post