JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa program Kartu Prakerja sejalan dengan program OJK dalam mendorong transformasi digital untuk mendorong akses atau inklusi keuangan di masyarakat.
Menurutnya, program peningkatan inklusi keuangan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perekonomian nasional. Namun hal tersebut harus disertai dengan tingkat literasi keuangan yang semakin baik agar penggunaan produk dan layanan jasa keuangan bermanfaat untuk kebutuhan masyarakat.
“OJK sudah menyediakan infrastruktur untuk mendukung akselerasi peningkatan literasi keuangan berbasis digital, yaitu Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU),” sebut Friderica, Rabu, 7 Februari 2024.
Sistem pembelajaran berbasis website ini memudahkan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terkait sektor jasa keuangan yang dapat diakses secara gratis kapan saja dan dimana saja. LMSKU ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat, termasuk para pendaftar Program Kartu Prakerja.
Saat ini, jumlah pendaftar Program Kartu Prakerja telah mencapai 17,5 juta orang, yang merupakan sasaran besar yang diharapkan semakin banyak memanfaatkan LMS Edukasi Keuangan sehingga para pekerja dapat memiliki literasi keuangan yang baik serta mendorong masyarakat untuk memiliki akses keuangan yang lebih luas dengan memanfaatkan produk dan jasa keuangan.
Friderica juga berharap bahwa berbagai kolaborasi kegiatan edukasi keuangan dapat terus dilaksanakan melalui aliansi strategis dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia menuju masyarakat mandiri finansial dan sejahtera.
Ketua Tim Pelaksana Program Kartu Prakerja, M. Rudy Salahuddin menambahkan pentingnya edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, karena produk dan layanan keuangan saat ini semakin beragam dan mudah diakses melalui teknologi.
“Hal ini perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko dan kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang bertanggungjawab,” sebut Rudy.
Melalui kerja sama ini, diharapkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat semakin meningkat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan dengan bijak dan memahami risikonya, serta menjadi masyarakat yang finansial mandiri dan sejahtera.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post